Advertisement
Polres Boyolali Terjunkan Tim Gabungan Patroli Rutin saat Sore dan Dini Hari untuk Cegah Kecelakaan
Petugas mengevakuasi korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas beruntun di Jalan Tol Km 487 600 Teras Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (14/4/2023). - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI—Petugas gabungan dari Polres Boyolali, Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jateng, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menggelar patroli gabungan pada jam-jam rawan mata lelah di Tol Boyolali. Patroli tersebut untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas pada jam rawan mata lelah.
BACA JUGA: Kapolres Boyolali: Tol Boyolali Itu Jalur Tengkorak
Advertisement
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengungkapkan patroli tersebut dimulai dari Exit Toll Colomadu keluar ke Exit Toll Boyolali lalu masuk kembali dan berakhir di Colomadu. Ia menjelaskan patroli tersebut akan berakhir hingga Operasi Ketupat Candi berakhir pada 1 Mei 2023.
“Patroli ini untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas kembali, terutama di jalan tol yang menjadi wilayah hukum Boyolali. Ini nanti kami lakukan secara terus-menerus, terutama di jam-jam rawan mata ngantuk,” jelasnya di sela-sela patroli pada Sabtu (15/4/2023).
Ia menjelaskan, sebelumnya terjadi kecelakaan di Tol Boyolali pada jam-jam rawan mengantuk yaitu pukul 03.00 WIB-04.00 WIB dan 15.00 WIB-16.00 WIB. Ia menjelaskan pada dua jam tersebut, mata manusia dalam kondisi rawan mata lelah.
AKBP Petrus mengatakan petugas gabungan nantinya akan berpatroli mulai pukul 02.00 WIB dini hari hingga pelaksanaan sahur dan jam rawan mata lelah.
“Untuk hasil pelaksanaan patroli malam ini, kami dapati ada sekitar 20 pengendara yang berhenti di bahu jalan tol. Kemudian kami edukasi dan memberikan imbauan agar tidak menggunakan bahu jalan tol untuk istirahat,” jelasnya.
Ia juga mengimbau bagi para pengendara untuk beristirahat di rest area terdekat atau keluar dari jalan tol untuk beristirahat. Kemudian nantinya masuk kembali untuk melanjutkan perjalanan.
AKBP Petrus juga meminta pemudik mempersiapkan kendaraan dengan baik dan mengecek kelengkapan dokumen kendaraan.
“Kemudian persiapkan fisik dan kesehatan pengemudi. Ketika mata lelah atau fisik lelah, silakan beristirahat di tempat yang telah disediakan. Jangan menggunakan bahu jalan tol,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, selama dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu (14-15/4/2023) terjadi dua kali kecelakaan maut di Tol Boyolali.
Kecelakaan pertama pada Jumat dini hari melibatkan delapan kendaraan dan delapan orang meninggal dunia di KM 487+600 A Boyolali. Kecelakaan kedua terjadi pada Sabtu sore melibatkan dua kendaraan dan tiga meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
PPPK Sleman Terancam PHK, Imbas Batas Belanja 30 Persen APBD
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- iOS 26.4 Resmi Rilis, Bikin Playlist Otomatis Cukup Tulis Teks
- Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat
- Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts di FIFA Series 2026
- Roblox hingga X Perketat Fitur Anak Mulai 28 Maret 2026
- Sindikat AI Rekrut Model Wajah, Penipuan Video Call Makin Canggih
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Comeback Seringai! Dua Lagu Baru Siap Rilis Pekan Ini
Advertisement
Advertisement





