Advertisement

Viral Usai Samakan Jokowi dengan Firaun, Ini Sederet Kontroversi Cak Nun

ST-22
Rabu, 18 Januari 2023 - 19:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Viral Usai Samakan Jokowi dengan Firaun, Ini Sederet Kontroversi Cak Nun Emha Ainun Najib atau Cak Nun (kanan). - Harian Jogja/Dok.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Budayawan Emha Ainun Nadjib atau lebih dikenal dengan Cak Nun, sejak Rabu (18/1/2023) viral akibat ceramahnya yang menyebut Joko Widodo sebagai Firaun. Bahkan ia juga turut menyeret orang terkaya Indonesia, Antony Salim dan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Qorun dan Haman.

Cak Nun pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya lewat unggahan video di kanal Youtube CakNun.com berujudul “Mbah Nun Kesambet” ia pun turut meminta maaf kepada Allah SWT, keluarganya, serta orang-orang yang terluka atas pernyataanya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Bukan pertama kali pernyataan Cak Nun melalui dakwah kultural ciri khasnya beberapa kali sempat mengundang kontroversi. Berikut deretan kontroversi Cak Nun dihimpun dari berbagai sumber.

- Singgung manipulasi perhitungan suara

Selasa (27/12/2022) lalu dalam acara doa bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang juga dihadiri Menhan Prabowo Subianto Cak Nun sempat menyinggung manipulasi perhitungan suara pada Pemilu 2018 lalu.

BACA JUGA: Cak Nun Trending setelah Bikin Video Permintaan Maaf, tapi untuk Siapa?

Sebelumnya Prabowo menyampaikan pidato mengakui kualitas Jokowi dan sangat mendukung pemerintahan yang dipimpin mantan rivalnya itu. Selesai pidato Prabowo dan Cak Nun berbincang-bincang hingga Cak Nun mengungkit kembali masa pemilihan presiden.

"Kita hormati beliau datang ke sini, apalagi dengan pengingat tonggak trowulan dulu pernah bikin, 4000 orang kumpul di istana Mojopahit. Itu tahun 2014 menjelang pilpres dia akan menang tapi dimanipulasi," kata Cak Nun dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com.

Panik dan sigap Prabowo pun langsung melambaikan tangan menunjukkan ketidaksetujuan kemudian menyatakan yang penting saat ini Indonesia bersatu. Cak Nun pun langsung berkomentar.

"Ya kalau sejak dulu begitu, gak usah nyapres aja" ujarnya disusul dengan gelak tawa hadirin.

- Cak Nun sebut babi tidak haram

Masih berupa unggahan video di kanal YouTube Triyadi 35 dengan judul 'Cak Nun - Tidak Ada Barang Haram, bahkan Babi Itu Halal'. Cak Nun mengatakan babi itu tidak haram bagi seorang Muslim selama tidak dimakan.

"Tidak ada barang haram. Babi tidak haram. Haramnya babi bukan babi-nya. Tapi, kamu memakan babi. Halal kalau kamu biarkan tapi haram kalau dimakan," ujar Cak Nun.

Ia pun menyinggung wayang, dimana wayang bukanlah barang syirik selama tidak membuat seorang Muslim lalai dari Tuhan.

"Wayang itu menjadi syirik kalau kamu menduakan Tuhan berdasarkan wayang. Wayang ya gak popo [ya tidak apa-apa]. Syirik itu letaknya di otakmu dan di hatimu," imbuhnya.

Menurut Cak Nun semua hal yang dikatakan halal dan haram maupun mengandung kesyirikan perlu memahami konteksnya terlebih dahulu.

- Tidak mau dipanggil ke istana negara

Video berjudul “Cak Nun antara KPK dan Teror” hadir Cak Nun dan Najwa Shihab berbicara soal teror yang menimpa Novel Baswedan. Cak Nun lantas menegaskan bahwa dirinya tak bisa dipanggil presiden ke Istana. Justru sebaliknya, dia lah yang harusnya berhak memanggil presiden.

“Hey saya gak bisa dipanggil presiden, saya yang berhak panggil presiden karena aku rakyat, aku yang bayar,” ujar Cak Nun.

Menurut Cak Nun, dirinya merasa hina apabila datang ke Istana Negara. Bukan berarti sombong melainkan karena sebagai negara demokrasi rakyatlah yang memegang kedaulatan tertinggi di Indonesia. Tak berhenti sampai disitu ia menambahkan menolak dipanggil presiden ke Istana sebab beginya jabatan presiden hanyalah outsourcing.

“Presiden kan outsourcing, turun 5 tahun. Turun 5 tahun kok manggil-manggil bos. Turunnya melamar untuk ketemu bos, kan gitu,” ujarnya.

- Salawat ala kristiani

Kembali ke tahun 2015 sebuah video Cak Nun beredar sedang melantunkan salawat nabi menggunakan nada lagu 'Malam Kudus', dimana biasa disenandungkan umat Kristiani saat perayaan Natal.

Dalam video itu sebenarnya ia ingin menyampaikan bahwa lagu tak memiliki agama dan hanyalah alat selayaknya pisau. Sehingga selama isi lagunya sesuai dengan kepercayaan suatu agama bukanlah suatu permasalahan jika melantunkan salawat nabi dengan nada lagu ‘Malam Kudus’ maupun sebaliknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement