Advertisement
Tersangka Penembak Mantan PM Abe Siap Disidang, Ini Dakwaannya
Tersangka Penembak Mantan PM Abe Siap Disidang, Dakwaan Pembunuhan Menanti. Seorang pria yang ditahan di dekat lokasi di mana mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak dari belakang oleh seorang pria selama kampanye pemilihan untuk pemilihan Majelis Tinggi 10 Juli 2022 di Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). Kyodo - via REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Jaksa penuntut hukum Jepang mendakwa Tetsuya Yamagami dengan tuduhan pembunuhan mantan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe pada tahun lalu.
Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (13/1/2023), aksi penembakan tersebut sempat menghebohkan Jepang hingga memicu skandal yang menyeret partai penguasa dengan kelompok agama.
Advertisement
Media setempat mengabarkan Tetsuya Yamagami didakwa setelah dia ditahan selama berbulan-bulan untuk melakukan evaluasi psikologis hingga kemudian dinyatakan layak untuk diadili.
Pria bersenjata itu ditangkap di tempat kejadian karena diduga menembak Abe dengan senjata api rakitan saat mantan perdana menteri itu melakukan kampanye untuk Partai Demokrat Liberal (LDP) pada Juli 2022 di kota barat Nara.
BACA JUGA: Profil Penembak Mantan PM Jepang Shinzo Abe
Selamat proses penyelidikan, tersangka mengaku pada kepolisian, yakni menargetkan perdana menteri terlama di negara itu alias Abe, karena hubungannya dengan kelompok Gereja Unifikasi. Tersangka menyalahkan kelompok tersebut karena telah telah menghancurkan keluarganya dengan mengambil sumbangan yang berlebih.
Aksi Tetsuya terekam dalam sebuah video yang menunjukkan tersangka mendekati Abe dari belakang saat dia berbicara di sebuah acara kampanye di luar ruangan dan menembaknya dari jarak sekitar 3 meter.
Lembaga penyiaran publik NHK melaporkan pada bulan lalu bahwa tersangka telah dinyatakan mampu bertanggung jawab atas tindakannya dan akan didakwa oleh jaksa distrik Nara. Meskipun demikian, Kantor kejaksaan menolak untuk membahas perincian proses hukum melalui telepon.
Persidangan tersangka akan memperbaharui fokus pada hubungan LDP dengan kelompok gereja tersebut, yang memiliki daftar panjang putusan pengadilan yang menentangnya atas metode penggalangan dana di Jepang.
Hal ini juga berpotensi memicu kembali kemarahan di antara para pemilih dan semakin melemahkan dukungan untuk Perdana Menteri saat ini Fumio Kishida, yang menerima pengunduran diri menteri ekonominya pada bulan Oktober karena hubungannya dengan kelompok agama tersebut.
Selain itu, dalam sebuah survei LDP pada September menemukan sekitar setengah dari anggota parlemennya terhubung dengan kelompok tersebut.
Banyak dari anggota kelompok agama telah menjadi sukarelawan pada waktu pemilihan untuk membantu memberikan suara untuk partai yang berkuasa.
Dukungan pemilih Kishida yang sebelumnya tinggi merosot ke rekor terendah dalam beberapa jajak pendapat pada bulan-bulan setelah kematian Abe, di tengah ketidakpuasan atas penanganannya terhadap skandal dan penentangan terhadap penyelenggaraan pemakaman kenegaraan untuk mantan perdana menteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Menteri HAM: Menolak Program MBG Bertentangan dengan HAM
- Bandar Narkoba Koko Erwin Jadi Tersangka Suap ke Eks Kapolres Bima
- Pajak dan BBM Meroket, Krisis Ekonomi Lebanon Ramadan 2026 Mencekik
- Istri AKBP Didik, Miranti Afriana Positif Narkoba
- Eks Kapolres Bima Kota Dipecat usai Terbukti Terlibat Kasus Narkoba
Advertisement
Kekerasan Seksual di SLB Jogja, Guru Sementara Dipindah ke Disdikpora
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- KAI Daop 6 Larang Ngabuburit di Rel, Ancaman 3 Bulan Penjara
- Persik Kediri vs Bhayangkara FC: Ujian Macan Putih di Brawijaya
- 1.061 Jemaah Haji Bantul Berangkat Mulai 29 April via YIA
- Bahaya Wadah Plastik Hitam untuk Makanan, Ini Risikonya
- Tawuran Remaja Banguntapan, Warga Amankan Motor Pelaku
- Efisiensi Anggaran, Bantul Target PAD Lewat Dividen BUMD
- Truk Terjun ke Sungai di Deandels Kulonprogo, Sopir Selamat
Advertisement
Advertisement







