Advertisement

BKKBN Bersama Swasta Bersinergi Menurunkan Angka Stunting 14%

Media Digital
Sabtu, 24 September 2022 - 10:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
BKKBN Bersama Swasta Bersinergi Menurunkan Angka Stunting 14% BKKBN bersama Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), Yayasan Bakti Barito, dan PT Bank Central Asia, Tbk., serta United States Agency for International Development (USAID) membuat Nota Kesepahaman Bersama (MoU) untuk ikut membantu BKKBN menekan prevalensi stunting yang ditargetkan turun 14% pada tahun 2024. - Ist

Advertisement

JAKARTA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat kemitraan dengan pihak swasta dalam upaya percepatan penurunan stunting nasional melalui implementasi program gizi terintegrasi.

Kali ini BKKBN bersama organisasi filantropi dan sejumlah perusahaan swasta yakni Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), Yayasan Bakti Barito, dan PT Bank Central Asia, Tbk., serta pemerintah Amerika Serikat, melalui United States Agency for International Development (USAID) membuat Nota Kesepahaman Bersama (MoU) untuk ikut membantu BKKBN menekan prevalensi stunting yang ditargetkan turun 14% pada tahun 2024.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

MoU tersebut ditandatangani oleh Mission Director USAID, Jeffery P. Cohen, Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry, Kepala Departemen Dampak Sosial PT Amman Mineral Nusa Tenggara Priyo Prasetyo Pramono, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian Anis Purbasari dan Executive Vice President PT Bank Central Asia,Tbk. Hera F. Haryn. Penandatangan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG. (K) di Auditorium BKKBN, Jumat (23/9/2024).

Kepala BKKBN Dokter Hasto mengatakanmasalah kesehatan erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dalam hal ini indikator terdekatnya adalah stunting. Hal tersebut juga kerap disampaikan Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan bahwa kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan generasi unggul untuk Indonesia maju.

Baca juga: DIY Sukses Tekan Angka Stunting

“Kemudian seluruh pemerintah bergerak untuk meningkatkan human development index yang di dalamnya unsur kesehatan, unsur pendidikan, dan pendapatan per kapita. Kemudian akhir-akhir ini indikator baru human capital index juga menjadi perhatian serius, karena baik di dalam human development index maupun human capital index maka unsur kualitas SDM menjadi focus of interest kita semua,” kata Dokter Hasto dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (24/9/2022). 

Stunting menurutnya sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan dan kualitas pendidikan karena dampak dari stunting adalah kemampuan intelektual yang di bawah standar. Hal tersebut, sambung Dokter Hasto, akan menjadi masalah besar ketika Indonesia tengah menikmati manisnya bonus demografi namun disisi lain prevalensi stunting masih diangka 24,4%.

“Suboptimal nutrition bagi 1000 hari kehidupan pertama dari hulu sampai hilir tadi dari spesifik maupun sensitif ternyata kita semua suboptimal health education dan pengetahuan kita ini ternyata sangat kurang. Kalau kita itu buang air besar sembarangan sehingga sanitasi kita tidak bagus akan ada bakteri Ecoli yang sangat serius membuat diare. Sehingga angka diare kita masih 20 persen kemudian kalau diare membuat berat badan tidak naik meskipun makan banyak. Kalau tiga bulan berat badan tidak naik maka tinggi badan juga tidak naik,” ujarnya.

Advertisement

Dokter Hasto optimististis dengan bergeraknya seluruh komponen bangsa dapat menekan prevalensi stunting, terutama di 12 Provinsi prioritas percepatan penurunan stunting yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Aceh. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam program percepatan penurunan stunting melalui kerja sama ini.

“Tanoto Foundation meyakini bahwa kemitraan merupakan faktor kunci dalam program percepatan penurunan stunting di Indonesia. Tidak hanya pemerintah, keterlibatan pelaku usaha, media, akademisi, dan masyarakat menjadi penting,” ujar Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry.

Advertisement

Target 14%

Senada dengan Eddy, Mission Director USAID, Jeffery P. Cohen mengatakan program stunting tidak akan bisa berjalan jika hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Namun melalui sinergi dan bantuan dari pihak swasta maka program percepatan penurunan stunting akan bisa mencapai target 14% pada 2024 mendatang. “Saya berharap dapat memperluas kemitraan. Saya tidak sabar Indonesia menuju kemandirian. Kami menghormati mitra sektor swasta tidak hanya bisnis tapi perubahan sosial bagi masyarakat,” ujar Jeffery.

“Kami telah melakukan beragam kegiatan edukasi tentang makanan sehat dan kesehatan diri di 17 sekolah untuk lebih dari 3.000 pelajar usia dini. Kami berharap, semoga kolaborasi ini dapat mempercepat Indonesia membangun kapasitas kelembagaan dan tata kelola untuk mengurangi stunting melalui intervensi gizi yang lebih baik.” ujar Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia,Tbk. Hera F. Haryn.

“Kami bangga menjadi bagian dari Program PASTI, untuk membantu mengatasi stunting melalui program strategis seperti antara lain penyediaan nutrisi, pembangunan kapasitas serta mendorong perubahan perilaku sosial ke arah yang lebih baik lagi,” sambung Direktur Yayasan Bakti Barito Dian Anis Purbasari.

Advertisement

Terakhir, Kepala Departemen Dampak Sosial PT Amman Mineral Nusa Tenggara Priyo Prasetyo Pramono turut mendukung upaya mengatasi stunting untuk membangun masa depan Indonesia dengan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

“Kemitraan yang dijalin dengan penandatanganan MoU ini merupakan upaya proaktif AMMAN untuk memperluas dampak sosialnya dengan berkolaborasi dengan organisasi dan institusi dengan visi yang serupa. Sebagai perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), AMMAN juga sebelumnya telah menginisiasi program pencegahan stunting di KSB bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk periode tiga tahun,” jelas Priyo.

Tidak hanya soal stunting, MoU antara USAID dan Tanoto Foundation, AMMAN, Yayasan Bakti Barito, dan BCA ini juga berkontribusi pada tujuan Strategi Kerja Sama Pembangunan Negara AS - Indonesia 2020-2025, dan Strategi Multi Sektoral USAID untuk Gizi dan Pencegahan Kematian Ibu dan Anak 2014-2025.*

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Yats Colony Hotel Jogja Ajak Anak Yatim Nikmati Fasilitas Hotel

Jogja
| Senin, 28 November 2022, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement