Advertisement
Ukraina Lakukan Sabotase, Gudang Amunisi Rusia Hancur
Seorang penyelamat berada di sebuah gudang barang yang hancur akibat serangan, di tengah invasi Rusia di Ukraina, di Sievierodonetsk, Ukraina, 21 Maret 2022. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-- Aksi sabotase yang dilakukan tentara Ukraina berhasil menimbulkan lebakaran dan ledakan di sasaran militer di dalam wilayah Rusia dan bagian Ukraina yang diduduki Rusia.
Warga di dua desa Rusia dievakuasi setelah kebakaran di depot amunisi dekat perbatasan Ukraina di provinsi Belgorod.
Advertisement
"Sebuah gudang amunisi terbakar di dekat desa Timonovo", kurang dari 50 km dari perbatasan, kata gubernur regional Vyacheslav Gladkov dalam sebuah pernyataan meski menambahkan bahwa tidak ada korban yang dilaporkan.
Sedikitnya empat ledakan terjadi di dekat pangkalan udara utama Belbek, di utara Sevastopol di semenanjung Krimea yang diduduki Rusia. Gubernur Sevastopol yang pro-Rusia, Mikhail Razvozhayev, mengatakan: “Tidak ada kerusakan. Tidak ada yang terluka.”
Pertahanan udara juga diaktifkan di dekat Kerch, kota di ujung Krimea yang jadi penghubung ke daratan Rusia. Wilayah itu merupakan rute pasokan vital yang strategis yang ingin dihancurkan oleh banyak orang di Ukraina.
Baca juga: Putin Umumkan Kemenangan Rusia di Mariupol, Ini Reaksi AS
Media lokal mengatakan sebuah pesawat tak berawak Ukraina ditembak jatuh seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (19/8/2022).
Kementerian Pertahanan Ukraina mencuit setelah rekaman kebakaran di Timonovo menyebar dengan pesan singkat “asap rokok mematikan!”.
Para pejabat sebelumnya bercanda bahwa ledakan dan kebakaran di sasaran militer di Krimea yang diduduki disebabkan oleh "perokok yang ceroboh".
Insiden semalam terjadi segera setelah ledakan dahsyat di pangkalan udara utama dan depot amunisi di Krimea kemaein malam. Setelah serangan itu, banyak orang Rusia berlomba meninggalkan semenanjung itu dengan rekor 38.000 mobil melintas.
Pesawat tempur Rusia hancur dalam serangan pangkalan udara Krimea, menurut gambar satelit.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Rabu bahwa orang-orang Rusia yang panik telah menyadari bahwa Krimea “bukan tempat bagi mereka” dan mengisyaratkan lebih banyak serangan dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Dia mendesak warga Ukraina untuk menjauh dari pos komando musuh dan pangkalan logistik. “Jangan mendekati objek militer tentara Rusia,” katanya.
Krimea adalah pusat utama invasi Rusia dan Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan para pemimpin militer Rusia kemungkinan akan “semakin khawatir” tentang gelombang kekalahan di sana meski Moskow menganggapnya sebagai “sabotase” lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
IGD dan Layanan Persalinan di Gunungkidul Siaga Saat Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Razia Miras Bantul Jelang Lebaran, Polisi Sita Ratusan Botol
- Viral Rawat Orang Tua, Fendi Gunungkidul Dijamin Sekolah Lagi
- Prancis Tahan Kapal Induk di Mediterania, Tak Kirim ke Hormuz
- Tol Fungsional Purwomartani Dibuka, Arus Mudik KP Diprediksi Landai
- IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tak Ditutup, Hanya Dikendalikan Iran
- Magelang Perkuat Koordinasi Jelang Lebaran dan Arus Mudik
- Cara Isi Saldo e-Toll via M-Banking, Praktis untuk Mudik
Advertisement
Advertisement








