Advertisement

Perubahan Regulasi Tingkatkan Kualitas Pemilu

Nina Atmasari
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 18:27 WIB
Nina Atmasari
Perubahan Regulasi Tingkatkan Kualitas Pemilu Bedah buku Historia Pengawasan Pemilu di Bumi Gemilang di kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, Jumat (5/8/2022). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG-- Perubahan regulasi pemilihan umum (pemilu) mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pemilu menjadi semakin baik.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Magelang, Afifuddin saat bedah buku Historia Pengawasan Pemilu di Bumi Gemilang di kantor Bawaslu Kabupaten Magelang, Jumat (5/8/2022).

Afifuddin yang merupakan mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang tahun 2008 menjelaskan tentang sejumlah perubahan regulasi pemilu selama ia menjabat Panwaslu. "Kami [Panwaslu 2008] dibentuk tengah tahapan Pilgub Jateng, tahun 2008. Perjalanan kinerja kami luar biasa," katanya.

Baca juga: Nakes Diimbau Segera Booster Kedua, Masyarakat Umum Diminta Sabar Dulu

Ia mencontohkan salah satu yang harus dihadapi adalah aturan perdebatan rentang waktu penetapan peserta pemilu dengan tahapan kampanye. Di rentang ini apakah boleh kampanye atau tidak, itu jadi perdebatan. "Ini gambarkan dinamika perubahan regulasi mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pemilu menjadi semakin baik," katanya.

Pelopor Panwaslu Kabupaten Magelang 2004, Saefudin mengatakan pada masanya, Panwaslu adalah adhoc atau bersifat sementara. Panwaslu dahulu pernah didatangi oleh LSM atau ormas lain atau underbound partai karena administrasi tidak masuk ke KPU, mereka demo di Panwas.

"Kita dulu kondusif tapi ada coretan sejarah, kasus di penggunaan hak pilih yang ganda, itu dari laporan masyarakat untuk minta ditindaklanjuti sampai proses karena ranah tindak pidana maka arahkan sampai ke pengadilan. Itu bisa berikan efek jera," katanya.

Ia berharap Bawaslu bisa memiliki siung atau taring dalam melaksanakan tahapan pemilu, yakni memiliki kekuatan untuk ikut menegakkan keadilan dalam pemilu.

Baca juga: RSJD Surakarta Terbakar, Dua Orang Dikabarkan Meninggal

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M. Habib Shaleh mengungkapkan buku Historia Pengawasan Pemilu di Bumi Gemilang disusun menggunakan metode historis fenomenologis, yakni mencari bukti sejarah hasil pengawasan akhir. Banyak catatan sejarah kisah heroik terekam di sejarah dalam bentuk berita.

Advertisement

"Bawaslu lakukan wawancara dengan tokoh-tokoh yang lain. Lalu kita tarik garis dari 2004 sampai 2019, kami hanya titik kecil, bagian kecil dari perjalanan panjang Bawaslu Kabupaten magelang. Banyak hal yang luar biasa heroik pemilu 2008 dan tidak banyak orang tahu," katanya.

Ia mengungkapkan tantangan pemilu luar biasa di era sekarang. Selain pengawasan di lapangan, juga adanya perubahan regulasi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Penelitian: Air Hujan di Kota Jogja Tercemar Mikroplastik, Paling Parah di Tugu

Jogja
| Sabtu, 13 Agustus 2022, 12:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement