Advertisement

Buntut Perang Rusia vs Ukraina, Muncul Ancaman Perang Dunia Ketiga

Anshary Madya Sukma
Selasa, 26 April 2022 - 15:27 WIB
Bhekti Suryani
Buntut Perang Rusia vs Ukraina, Muncul Ancaman Perang Dunia Ketiga Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022). REUTERS - Alexander Ermochenko

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Perang Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-62 sejak awal invasi pada akhir Maret 2022. Ancaman perang dunia ketiga semakin terlihat jelas menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Sementara itu, Kepala Kereta Api Oleksander Kamyshin mengatakan saat ini lima stasiun kereta api di Ukraina tengah dan barat telah terkena serangan udara Rusia dalam waktu satu jam pada hari Senin dan menyebabkan jumlah korban yang tidak dapat ditentukan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Berikut rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-62 yang dirangkum The Guardian pada Selasa (26/4/2022), sebagai berikut :

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-62

Perang Dunia Ketiga

Menteri Luar Negeri Rusia Segrei Lavrov mengatakan muncul ancaman perang dunia ketiga. Pernyataan tersebut dilandasi oleh pengiriman persenjataan barat ke Ukraina yang mengartikan bahwa dalam konflik ini peran aliansi NATO sudah cukup terlibat.

Kendati demikian, Lavrov juga menambahkan bahwa pembicaraan perdamaian akan terus berlanjut dan juga kesepakatan damai dengan Ukraiana akan ditandangani pada beberapa titik.

Daftar Kerugian Militer Rusia Sejak Awal Invasi

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa sekitar 15.000 tentara Rusia telah tewas sejak awal invasi. Hal tersebut ia katakan saat berbicara di parlemen pada Senin sore, Wallace juga menambahkan bahwa 2.000 kendaraan lapis baja telah dihancurkan atau ditangkap, termasuk 530 tank dan Rusia diyakini telah kehilangan lebih dari 60 helikopter dan jet tempur.

Inggris Kirim Bantuan US$637 Juta

Inggris akan mengirim skendaraan peluncur rudal Stormer ke Ukraina, dan jumlah keseluruhan bantuan militer ini bisa meningkat menjadi US$637 juta. Sebelumnya Inggris telah mengirim 5.361 senjata anti-tank ringan (NLAW), 200 rudal anti-armor Javelin, dan akan menyediakan 250 rudal anti-udara Starstreak.

BACA JUGA: Ingin ke Malioboro saat Lebaran? Ini Lokasi Parkir yang Disiapkan

Dukungan NATO untuk Ukraina

Setelah mengunjungi Kyiv, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Menteri Luar Neger AS Antony Blinken mengklaim bahwa Rusia saat ini gagal dalam tujuan perangnya dan Ukraina berhasil mempertahankan wilayahnya.

Sebelumnya AS telah menjanjikan US$713 juta untuk mendukung Ukraina dan Blinken juga menambahkan bahwa AS telah menyiapkan strategi dalam mendukung Ukraina juga akan memberikan tekanan besar-besaran kepada Rusia dari seluruh NATO.

Serangan Balik Rusia untuk Diplomat Jerman

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan telah mengusir 40 staf diplomatik Jerman sebagai tindakan pembalasan setelah Berlin mengusir diplomat Rusia dalam jumlah yang sama.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan keputusan ini diambil setelah Jerman menyatakan bahwa sejumlah besar pejabat di kedutaan Rusia di Berlin "tidak diinginkan" pada 4 April.

Gencatan Senjata di Kyiv Bukan Pilihan

Seorang Diplomat Senior Rusia telah dikutip mengatakan bahwa gencatan senjata di Ukraina tidak akan menjadi pilihan yang baik karena dia mengklaim bahwa Kyiv dapat menggunakannya untuk provokasi.

Sementara itu, Dmitry Polyanskiy, wakil tetap pertama Rusia untuk PBB, mengatakan bahwa Ukraina merusak upaya Rusia untuk membuka koridor kemanusiaan sehingga Rusia tidak berpikir gencatan senjata adalah pilihan yang baik sekarang.

Swedia dan Finlandia di Aliansi NATO

Media lokal melaporkan bahwa Swedia dan Finlandia telah sepakat untuk mengajukan aplikasi keanggotaan simultan ke aliansi NATO yang dipimpin AS pada awal pertengahan.

Namun, laporan itu dipatahkan oleh surat kabar Finlandia Iltalehti dan sumber-sumber pemerintah Swedia muncul untuk mengkonfirmasi berita tersebut kepada media domestik .

Patung Solidaritas Ukraina dan Rusia Akan Dibongkar

Wali Kota Kyiv mengatakan akan menurunkan sebuah patung di Kyiv yang didirikan untuk menunjukkan solidaritas antara Ukraina dan Rusia. Patung perunggu yang menunjukkan dua pekerja berdiri berdampingan akan dibongkar pada Selasa (26/4/2022).

Saat itu, kedua patung tersebut dipasang pada tahun 1982 dan terletak di bawah People Friendship Arch dekat Sungai Dnieper.

Kejahatan Internasional di Ukraina

Join Investigation Team (JIT) telah mendapat anggota baru yaitu Karim Khan QC dan juga dari kejaksaan pengadilan pidana internasional, sebelumnya JIT ini memiliki anggota dari Lithuania, Polandia dan Ukraina. JIT bertujuan untuk kerjasama internasional dalam masalah kriminal di bawah naungan Eurojust yang merupakan badan Uni Eropa untuk kerjasama peradilan pidana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Puluhan Juta Dianggarkan Kelurahan Gedongkiwo untuk Tangani Sampah

Jogja
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement