Advertisement

Perbedaan Jumlah Kematian Akibat Gelombang Covid-19 Delta dan Omicron

Indra Gunawan
Selasa, 15 Februari 2022 - 21:17 WIB
Bhekti Suryani
Perbedaan Jumlah Kematian Akibat Gelombang Covid-19 Delta dan Omicron Petugas kesehatan melakukan tes usap Covid-19 kepada seorang bocah saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Tes usap yang dilakukan kepada 500 warga Krukut tersebut menindaklanjuti ditemukannya 36 kasus Covid-19 di wilayah itu di mana satu di antaranya suspek varian Omicron. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja - wsj.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, varian Omicron mengakibatkan 505 kematian, sedangkan Delta menyebabkan 12 ribu kematian.

“Kematian pada masa gelombang ketiga ini lebih rendah dibanding gelombang kedua 2021. Ada 505 orang meninggal pekan lalu, sementara lonjakan Delta lebih 12 ribu orang meninggal. Meski demikian nyawa adalah nyawa yang tidak dapat tergantikan,” ujar Wiku dalam siaran pers, Selasa (15/2/2022).

Varian Omicron menyebar lebih cepat daripada varian Covid-19 lainnya. Wiku meminta masyarakat tak panik. Jika tak bergejala, pihak terpapar diminta isolasi dan mengedepankan telemedicine.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Menurut dia, isolasi mandiri dapat mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan. Selain itu, bisa juga menggunakan fasilitas isolasi terpusat yang disiapkan di masing-masing daerah.

"Tetap disiplin protokol kesehatan untuk jaga diri dan keluarga. Segera lengkapi vaksinasi, terutama bagi lansia dan anak," katanya.

BACA JUGA: Kenali Tanda Bahaya Covid Omicron dan Penanganannya Jika Terinfeksi

Penerapan aturan pembatasan aktivitas pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia masih sangat tergantung perkembangan Covid-19.

Selain itu, cakupan vaksinasi yang terus diperluas diharapkan bisa menjadi upaya mengatasi lonjakan kasus Covid-19, sehingga pengetatan kegiatan sosial ekonomi masyarakat dapat diperlonggar.

Wiku juga menyebut, bahwa sesuai dengan aturan WHO, maka pandemi Covid-19 akan berakhir jika negara termasuk Indonesia dapat mengendalikan pandemi ke level endemi.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Rekrutmen P3K di Gunungkidul Menunggu Instruksi Resmi

Gunungkidul
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement