Advertisement

Selain Minta Maaf, Ganjar Tegaskan Warga Wadas yang Ditangkap Akan Dilepaskan

Setyo Aji Harjanto
Rabu, 09 Februari 2022 - 12:37 WIB
Budi Cahyana
Selain Minta Maaf, Ganjar Tegaskan Warga Wadas yang Ditangkap Akan Dilepaskan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - [email protected]

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf atas kekerasan polisi terhadap warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, dan menegaskan warga yang ditangkap segera dilepaskan.

Petugas dari Badan Pertanahan masuk ke Desa Wadas untuk mengukur tanah yang akan ditambang. Mereka dikawal oleh ribuan polisi yang masuk pada sekitar pukul 10 pagi. Batu yang ditambang di Wadas akan dipakai untuk pembangunan proyek Bendungan Bener yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Wadas. Banyak warga Wadas menolak tanah mereka ditambang karena tanah tersebut produktif. Dalam proses pengukuran itu  warga mendapat kekerasan dari polisi. Puluhan orang juga ditangkap oleh polisi.

Ganjar menyatakan keputusan untuk membebaskan warga itu, diambil setelah berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi.

"Sampai kemarin malam saya cukup intens komunikasi dengan Pak Kapolda untuk pantau perkembangan di Purworejo, khususnya di Wadas. Kami sudah komunikasi dan sepakat, masyarakat yang kemarin diamankan akan dilepaskan," kata Ganjar dalam konferensi pers, Rabu (9/2/2022).

Ganjar pun meminta maaf atas tindakan represif aparat ke warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

"Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas. Karena kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman, saya minta maaf," kata Ganjar.

Ganjar mengklaim telah menjalin komunikasi intensif dengan Kapolda Jateng dan Komnas HAM guna memantau perkembangan yang ada di Purworejo.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas yang dilakukan oleh Polresta Purworejo yang menolak penambangan Quarry di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener.

"Saat sedang sarapan di sekitaran lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener. Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas, sedangkan suaminya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya," kata perwakilan YLBHI Zainal dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022)

Sejak Senin (7/2/2022), ratusan aparat kepolisian telah melakukan apel dan mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto, belakang Polsek Bener yang bertepatan dengan pintu masuk Desa Wadas. Kondisi ini berbarengan pula dengan matinya lampu di Desa Wadas, sedangkan listrik di desa lain tidak mati.

Advertisement

YLBHI juga melaporkan, sejak pagi sinyal di Desa Wadas tiba-tiba hilang. Hal itu berbarengan dengan apelnya ratusan polisi pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Kaliboto.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Vakum 2 Tahun, Festival Keroncong kembali Digelar di Gunungkidul

Gunungkidul
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 04:47 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement