Advertisement

Begini Kondisi 3 TNI Penabrak dan Pembuang 2 Remaja ke Sungai hingga Tewas

Newswire
Sabtu, 25 Desember 2021 - 15:47 WIB
Bhekti Suryani
Begini Kondisi 3 TNI Penabrak dan Pembuang 2 Remaja ke Sungai hingga Tewas Ilustrasi mayat - Ist/Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, BANDUNG--Otoritas TNI mengklaim sudah menahan tiga anggota TNI AD yang menabrak dua remaja lalu membuang korban ke sungai.

Polisi Militer TNI AD sedang menangani kasus tiga pelaku penabrakan dan pembuangan jenazah Handi Saputra (16) - Salsabila (14) di Jalan Raya Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Orang tua korban meminta Presiden dan Panglima TNI mendukung hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku. "Panglima dan Presiden, saya memohon hukumannya seberat-beratnya karena anak saya masih hidup dibuang di kali.”

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Ketiga pelaku yaitu personel TNI Angkatan Darat. Mereka sudah menjalani penahanan sementara, sementara kasusnya "dalam proses penyidikan Polisi Militer TNI AD," kata Kapen Puspomad Letkol Cpm Agus Subur Mudjiono, Sabtu (25/12/2021).

Perkembangan penyelidikan kasus akan disampaikan Markas Besar Angkatan Darat dalam waktu dekat.

BACA JUGA: Sri Sultan HB X Sampaikan Pesan Natal, Ini Isinya

Ketiga orang yang terlibat yaitu Kolonel Infanteri P yang bertugas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka, Kopral Dua DA, dan Kopral Dua Ahmad yang bertugas di Kodim Gunungkidul, Kodam Diponegoro.

"Kolonel Infanteri P tengah jalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado, Kopral Dua DA dan Koprasl Dua Ahmad tengah jalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro, Semarang," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, Jumat (24/12/2021).

Pelanggaran yang diduga dilakukan yaitu Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun dan Pasal 312 dengan ancaman pidana penjara maksimal 3 tahun.

Advertisement

Pasal 181, Pasal 359, Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan pemberian hukuman yang lebih berat kepada ketiga personel.

"Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa juga telah menginstruksikan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk memberikan hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer kepada 3 oknum anggota TNI AD tersebut."

Advertisement

Permintaan orang tua

Orang tua Handi Saputra, Ethes Hidayatullah, tidak terima dengan perlakuan para penabrak putranya.

"Mohon Panglima TNI dan bapak Presiden, minta hukuman setimpal buat anak saya. Kepada bapak Panglima dan Presiden, saya memohon hukumannya seberat-beratnya karena anak saya masih hidup dibuang di kali,” lata Ethes.

“Aparat negara harusnya melindungi rakyatnya kok malah membuang rakyatnya. Gimana nggak sakit, ibunya dari kecil nyamuk saya ditepukin, ini sudah sudah besar malah dibuang ke kali."

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Dugaan Pemerkosaan Anak Difabel, Polisi Tunggu Hasil Visum

Bantul
| Minggu, 25 September 2022, 15:47 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement