Kejagung Periksa 3 ASN BGN Terkait Dugaan Korupsi MBG
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Prajurit TNI bersama warga mengevakuasi warga yang terluka tembak dari Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (10/11)./Antara-Dok Dandim 1705-Nabire.
Harianjogja.com, JAYAPURA - Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gastoro mengakui adanya seorang warga sipil mengalami luka tembak saat melintas di sekitar Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Memang benar ada seorang wanita yakni Agustinus Hondali (24 tahun) mengalami luka tembak, kata Danrem 173/PVB kepada Antara di Jayapura, Rabu (10/11/2021).
Ditegaskan, korban bukan ditembak tetapi terkena tembakan saat melintas di jalan yang sering terjadi gangguan dari kelompok sipil bersenjata (KSB) terhadap pasukan TNI-Polri.
BACA JUGA : Mahasiswa Papua di Jogja Kecam Operasi Militer di Maybrat
"Kami masih menelusuri tembakan itu dari pihak mana, " kata Brigjen TNI Taufan seraya menambahkan saat ini anggota sedang berupaya mengevakuasi korban agar mendapat penanganan medis.
Danrem 173 yang wilayahnya membawa Kabupaten Intan Jaya mengaku, tidak mendengar bunyi tembakan karena lokasi jauh.
"Saya saat ini masih berada di Sugapa namun lokasinya jauh dari TKP, " tambah Brigjen TNI Taufan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.