Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Foto ilustrasi kuota internet. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) optimistis jumlah domain .id terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang. PANDI menargetkan penggunaan domain lokal Indonesia tersebut mencapai sekitar 2,8 juta domain pada 2031.
Ketua PANDI Isnawan Aslam mengatakan target tersebut terbuka untuk dicapai seiring pertumbuhan domain .id yang terus berlangsung dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan identitas digital lokal.
“Kalau kita bicara pertumbuhan sekitar 1% atau 2% dalam lima tahun ke depan, itu bisa membuat jumlah domain .id mencapai 2,8 juta. Ini sangat memungkinkan karena ekosistemnya sangat mendukung, terutama makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap brand .id,” ujar Isnawan dalam Konferensi Pers .id Registry Meeting, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan catatan PANDI, jumlah domain .id telah mencapai 1.523.504 domain per 31 Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan kondisi ketika pengelolaan domain .id dimulai pada 2007.
Pertumbuhan tersebut juga terlihat dari peningkatan pangsa pasar domain .id di dalam negeri. Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar domain .id disebut meningkat dari sekitar 36% menjadi 58%.
Domain .id Dinilai Punya Keunggulan Hukum
Isnawan mengatakan salah satu keunggulan domain .id dibandingkan domain global terletak pada aspek kepastian hukum. Domain .id berada dalam yurisdiksi Indonesia sehingga persoalan terkait merek maupun sengketa domain dapat diselesaikan berdasarkan regulasi yang berlaku di dalam negeri.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ingin menggunakan domain dengan identitas Indonesia.
Di sisi lain, masih terdapat persepsi bahwa sejumlah ekstensi domain .id memiliki harga lebih tinggi dibandingkan domain global seperti .com.
Isnawan menjelaskan perbedaan harga tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan biaya, tetapi juga strategi untuk menjaga kredibilitas dan positioning ekstensi domain tertentu.
Salah satunya adalah .co.id yang memiliki persyaratan pendaftaran berupa dokumen legal resmi perusahaan.
“Ini masalah branding dan positioning. Ke depan, soal harga akan terkait perkembangan pasar dan ekonomi, yang tentunya akan kami respons secara proaktif dan dinamis,” kata Isnawan.
PANDI Perkuat Infrastruktur dan Keamanan
Selain mendorong pertumbuhan jumlah pengguna, PANDI juga terus memperkuat infrastruktur pengelolaan domain .id. Hingga saat ini, infrastruktur tersebut didukung 378 DNS Server Anycast yang tersebar di 136 negara.
Jumlah registrar terakreditasi juga mengalami peningkatan dari sebelumnya 12 menjadi 24 registrar. PANDI turut mengembangkan BIMA v2.0 yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi penyalahgunaan domain.
Penguatan keamanan menjadi salah satu perhatian karena penggunaan domain .id juga menghadapi ancaman penyalahgunaan untuk berbagai aktivitas ilegal di internet.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pusat keamanan PANDI mencatat 77.517 serangan. Dalam periode tersebut, tidak terdapat insiden berisiko tinggi yang tidak tertangani.
Sementara itu, sistem Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) mencatat 32.359 kasus penyalahgunaan domain pada periode yang sama.
Kasus tersebut didominasi aktivitas judi online sebanyak 24.550 kasus. Selanjutnya terdapat 6.495 kasus phishing, 961 kasus malware, serta 342 kasus yang masuk kategori lainnya.
Data tersebut menjadi bagian dari tantangan PANDI dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap domain .id seiring pertumbuhan penggunaannya.
Dengan penguatan infrastruktur, peningkatan jumlah registrar, serta pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi, PANDI optimistis penggunaan domain .id masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Target mencapai 2,8 juta domain pada 2031 diharapkan tidak hanya mencerminkan pertumbuhan jumlah alamat internet lokal, tetapi juga semakin kuatnya posisi domain .id sebagai identitas digital Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.