Ayu Ting Ting Berencana Rilis Album, Bukan Sekadar Single
Ayu Ting Ting berencana merilis album terbaru pada 2027. Ia juga berharap musik dangdut semakin diminati anak muda dan diterima di berbagai negara.
Ilustrasi cuaca panas/Magnific
Harianjogja.com, JAKARTA—Suhu global diperkirakan akan melampaui 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dalam beberapa tahun ke depan. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bidang Program Lingkungan atau UNEP memperingatkan kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana sekaligus mengancam kesehatan manusia.
Dalam laporan yang diterbitkan Rabu (2/9/2026), UNEP menegaskan bahwa suhu global perlu kembali turun hingga 1,5 derajat Celsius atau kurang pada akhir abad ini. Langkah tersebut dibutuhkan untuk mengurangi risiko dan dampak perubahan iklim.
Peringatan itu muncul menjelang genapnya 10 tahun sejak sekitar 190 negara dan wilayah, termasuk Jepang, menyepakati Perjanjian Paris pada November 2026. Kesepakatan tersebut menjadi kerangka internasional untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius.
PBB Ingatkan Risiko Gelombang Panas hingga Banjir
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan berbagai kejadian cuaca ekstrem yang terjadi menjadi gambaran mengenai risiko yang dapat semakin besar apabila pemanasan global terus berlanjut.
“Gelombang panas yang menyengat, kebakaran hutan yang berkobar, dan banjir mematikan musim panas ini merupakan peringatan tentang apa yang akan terjadi. Kita harus membuat pelampauan 1,5 derajat Celsius sekecil dan sesingkat mungkin,” kata Guterres.
“Dunia membutuhkan keberanian untuk melampaui batas ambisi kita,” tambahnya.
UNEP memperkirakan kebijakan yang berlaku saat ini masih akan membawa pemanasan global menuju sekitar 2,6 derajat Celsius pada 2100.
Bahkan dalam skenario seluruh negara peserta memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca dan mencapai emisi nol bersih melalui penyeimbangan emisi dengan penyerapan oleh hutan serta sistem lainnya, suhu global diperkirakan tetap meningkat sekitar 1,8 derajat Celsius.
Suhu Naik, Risiko Kesehatan dan Pangan Membesar
Kenaikan suhu tersebut diperkirakan memperburuk berbagai dampak perubahan iklim. Risikonya mencakup cuaca ekstrem, hilangnya ekosistem, hingga ancaman tenggelamnya negara-negara kepulauan kecil.
Dampak perubahan iklim juga dapat dirasakan pada aspek kehidupan manusia, mulai dari gangguan serius terhadap kesehatan, ketahanan pangan, pasokan air, hingga infrastruktur.
Dalam skenario suhu global meningkat 3 derajat Celsius pada abad ini, gletser diperkirakan kehilangan lebih dari seperempat massanya pada 2100. Kondisi tersebut diproyeksikan menyebabkan kenaikan permukaan laut sebesar 9 hingga 13 sentimeter.
Profesor Richard Betts dari University of Exeter, yang turut berkontribusi dalam laporan tersebut, mengatakan kenaikan suhu membuat kejadian cuaca ekstrem semakin mungkin terjadi.
Ia mencontohkan banjir bandang yang terjadi di Nepal dan China pada Agustus sebagai kejadian yang menjadi lebih mungkin terjadi akibat peningkatan suhu.
“Namun, kita dapat mencegah kondisi tersebut menjadi jauh lebih buruk dengan mengurangi emisi dan membatasi jumlah pemanasan,” kata Betts.
Pengurangan Emisi Tetap Jadi Langkah Utama
Laporan UNEP juga membahas kondisi setelah suhu global melampaui ambang 1,5 derajat Celsius. Untuk menurunkan suhu setelah melewati batas tersebut, jumlah karbon dioksida yang diserap atau dihilangkan harus lebih besar daripada jumlah emisi yang dilepaskan.
Meski demikian, UNEP menempatkan pengurangan karbon dioksida sebagai langkah tambahan, bukan pengganti upaya utama dalam mengurangi emisi.
Dengan proyeksi pemanasan berdasarkan kebijakan saat ini, laporan tersebut kembali menekankan pentingnya pembatasan emisi agar periode suhu di atas 1,5 derajat Celsius dapat dibuat sekecil dan sesingkat mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ayu Ting Ting berencana merilis album terbaru pada 2027. Ia juga berharap musik dangdut semakin diminati anak muda dan diterima di berbagai negara.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.
Pupuk Indonesia menyiapkan penyaluran pupuk subsidi melalui KDMP. Petani terdaftar cukup menunjukkan KTP dan menebus sesuai HET
PINSAR Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Jogja untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein ayam dan telur.