Hilirisasi Nikel RI Masuk Babak Baru, Bidik Ekosistem Baterai
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
Sejumlah alat utama sitem persenjataan (Alutsista) berupa kendaraan tempur milik Korps Marinir TNI AL ketika mengikuti tradisi pelepasan Komandan Korps Marinir (Dankormar) di Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/2)./Antara-M Risyal Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA – Indonesia berhasil mengukuhkan posisi sebagai negara dengan pasukan militer terkuat di Asia Tenggara dan menempati peringkat 16 dari 140 negara di tingkat global pada 2021.
Hal ini disebutkan dalam Laporan Global Firepower tahun 2021, sementara di urutan 15 ada kekuatan militer Jerman dan Australia menduduki posisi ke-19.
Untuk diketahui, terdapat lebih dari 50 indikator yang menjadi faktor penilaian Global Firepower untuk menghitung skor power index tiap negara. Salah satunya, anggaran pertahanan yang digelontorkan pemerintah dalam pengadaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista).
Selanjutnya, makin tinggi tingkatan milier suatu negara maka artinya skor power index negara tersebut semakin kecil. Begitu juga sebaliknya, apabila skor power index yang diperoleh makin besar, maka makin rendah peringkat militernya.
BACA JUGA: Sleman Butuh Kajian untuk Kebutuhan Perumahan Vertikal
Adapun, kekuatan militer Indonesia memperoleh skor power index sebesar 0,2684 poin dari Global Firepower. Dengan jumlah angka kemenangan tersebut artinya kekuatan militer Indonesia hampir serupa dengan kekuatan militer negara maju.
Mengacu laman Global Firepower, kekuatan militer Indonesia dari sisi jumlah personel mencapai 800.000 tentara, dengan 400.000 di antaranya berstatus aktif. Sementara personel cadangan sebanyak 400.000 dan untuk paramiliter mencapai 280.000.
Indonesia memiliki anggaran pertahanan US$9,2 miliar yang disalurkan untuk memperkuat angkatan udara dengan pesawat militer sejumlah 458 unit, di antaranya Jet tempur sebanyak 41 unit, Pesawat serang darat 38 unit, dan Helikopter tempur 15 unit.
Indonesia juga memperkuat aset angkatan laut sebanyak 282 unit kapal perang di antaranya Fregat 7 unit, Korvet 24 unit, kapal selam 5 unit, kapal patroli 179 unit, kapal penyapu ranjau 10 unit.
Selanjutnya, untuk pengadaan tank sebanyak 332 unit dalam memperkuat kekuatan darat yang turut didukung dengan pengadaan kendaraan lapis baja sebanyak 1.430 unit, artileri tarik 366 unit, artileri swagerak 153 unit, dan 63 unit peluncur roket.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Indonesia menguasai 41% produksi nikel olahan dunia. Pemerintah mendorong hilirisasi berlanjut ke ekosistem baterai.
AS mengerahkan sekitar 9.000 personel tambahan ke Timur Tengah dan berpotensi menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemkab Temanggung memastikan Sekolah Rakyat di Karanggedong tetap dibangun. Total lahan yang disiapkan mencapai 7,8 hektare.
Menpora Cup 2026 menjadi ajang mengukur hasil pembinaan atlet boling sekaligus mencari peboling potensial untuk persaingan nasional dan internasional.
Skrining psikososial pekerja perlu memakai instrumen tervalidasi dan disesuaikan dengan tujuan pemeriksaan serta karakteristik pekerja.