Daftar Konglomerat Indonesia Pemilik Klub Sepak Bola Eropa
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.
Para anggota Taliban berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. - Antara/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Utusan khusus Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menemui para pemimpin Taliban di Afghanistan untuk membahas krisis kemanusiaan dan strategi agar negara tersebut tidak dijadikan sebagai inkubator bagi kalangan militan.
Utusan Johnson, Simon Gass, menemui sejumlah pemimpin Taliban termasuk Amir Khan Muttaqi, Mullah Abdul Ghani Baradar, dan Abdul Salam Hanafi, kata kementerian luar negeri Inggris.
BACA JUGA : Taliban Minta Kesempatan Bicara di Sidang PBB
Mereka "membahas bagaimana Inggris Raya dapat membantu Afghanistan mengatasi krisis kemanusiaan, pentingnya mencegah negara tersebut menjadi inkubator bagi terorisme dan perlunya orang-orang yang ingin meninggalkan negara tersebut bisa melakukan perjalanan dengan aman," kata kemlu.
"Mereka juga membicarakan perlakuan terhadap minoritas dan hak-hak kaum perempuan dan anak perempuan."
Gass didampingi oleh Kuasa Usaha dari Misi Inggris Raya untuk Afghanistan di Doha, Qatar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.
Alaska Air Group memangkas 200 karyawan setelah memperkirakan kerugian hampir US$700 juta pada 2026 akibat mahalnya bahan bakar pesawat.
Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian pada Senin, 2 November 2026.
Kredit mobil menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari cicilan fleksibel hingga menjaga tabungan. Kenali juga penyebab pengajuan ditolak bank atau leasing.
Deepfake AI semakin sulit dikenali secara visual. Simak empat cara mendeteksi konten palsu agar tidak mudah tertipu misinformasi.
Volkswagen mencatat kerugian operasional €5,9 miliar pada kuartal III 2026. Pelemahan bisnis China dan penurunan nilai investasi Porsche menjadi pemicu.