Ngeri! Penyakit Kronis Kini Serang Usia Muda, Begini Cara Mencegahnya
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Sejumlah santri di Ponpes Al I'tisham Wonosari berkumpul seusai makan bersama di komplek asrama, Jumat (13/3/2020)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, JAKARTA-Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menegaskan dalam menghadapi persaingan di era digital dan global saat ini, pondok pesantren perlu dibekali pendidikan vokasi.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (1/10/2021), Jazilul menjelaskan persaingan global menjadikan pendidikan sebagai pijakan fundamental untuk membentengi generasi bangsa agar tidak terlibas putaran zaman.
"Diperlukan semangat kuat, tekad bulat, dan kerja sama dengan berbagai pihak agar pembaharuan dalam dunia pendidikan dapat terjadi," kata pria disapa Guz Jazil itu.
Demi menguatkan pendidikan di pesantren, Guz Jazil melakukan silaturahmi ke sejumlah akademisi, di antaranya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
”Tentunya dengan berkolaborasi bersama akademisi ini sebuah keniscayaan. Kami mendengar pencerahan dari Rektor Unair dan jajarannya, terkait potensi dan tantangan dunia pendidikan mutakhir,” jelas Gus Jazil.
Baca juga: ODGJ di Sleman Ikut Perekaman KTP Elektronik
Saat ini, Gus Jazil yang juga Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran Jakarta, sedang merintis sebuah pesantren modern yakni Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin di Desa Sidorukun, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setelah sebelumnya Sudah didirikan SMP Modern Al-Maajid dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
”Kami ingin nanti sekolah kejuruan bisa diberikan penerapan keahlian yang memang dibutuhkan para santri, untuk membekali kehidupan di masa mendatang,” harap Gus Jazil.
Sementara itu, Rektor Unair Mohamad Nasih mengatakan keberadaan sekolah vokasi atau kejuruan bakal menjawab tantangan sekaligus kebutuhan Gresik sebagai kota industri.
”Kita siap bersinergi dengan pesantren. Memang sebelumnya, di Gresik kami telah membuka beberapa kelas untuk beberapa program studi di antaranya D3 Keperawatan, D3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), D3 Laboratorium Medis, serta D4 Teknologi Radiasi Pencitraan,” jelas Nasih.
Nasih menjelaskan potensi pendidikan vokasi untuk SMK dan perguruan tinggi di pesantren juga bisa memberikan kecakapan dan keahlian yang nantinya akan mempermudah dalam mendapatkan lapangan pekerjaan.
”Yang terjadi, saat pendidikan vokasi masih ditempuh mahasiswa, pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan sudah inden (menunggu),” kata Nasih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.