Mahfud MD Minta Polemik 56 Pegawai KPK Segera Diakhiri

Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD. - Antara
30 September 2021 07:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Mahfud MD meminta kontroversi terkait pemberhentian 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan dapat segera diakhiri.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu untuk menanggapi rencana perekrutan 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK ke dalam instansi Polri.

"Kontroversi ttg 56 Pegawai KPK yg terkait TWK bs diakhiri. Mari kita melangkah ke depan dgn semangat kebersamaan.," kata Mahfud melalui akun Twitter, Rabu (29/9/2021).

Lebih lanjut, Mahfud menyebut langkah KPK yang melakukan tes wawasan kebangsaan (TWK) menurut Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak salah secara hukum.

Mahfud juga menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan persetujuan terkait usulan Polri merekrut 56 pegawai KPK tak lolos TWK.

Baca juga: Sindikat Rokok Ilegal Gunakan Sel Mirip Jaringan Narkoba

"Kebijakan Presiden yg menyetujui permohonan Kapolri utk menjadikan mereka sbg ASN jg benar," ujarnya.

Mantan Ketua MK itu menyatakan Presiden dapat memberikan persetujuan terhadap perekrutan 56 pegawai KPK menjadi ASN Polri. Hal itu diatur dalam Pasal 3 Ayat (1) PP No. 17 Tahun. 2020.

"Presiden berwenang menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS. Selain itu Presiden dapat mendelegasikan hal itu kepada Polri (jg institusi lain) sesuai dgn ketentuan Psl 13 Ayat (5) UU No. 30 Thn 2014," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan menarik 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK untuk menjadi ASN di Korps Bhayangkara.

Sigit menjelaskan pihaknya sudah mengusulkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan hasilnya mendapatkan respons positif dari Presiden melalui Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg).

"Kemarin, tanggal 27 kami mendapatkan surat jawaban dari Bapak Presiden melalui Mensesneg secara tertulis, prinsipnya beliau setuju 56 pegawai KPK tersebut untuk bisa menjadi ASN Polri," tutur Sigit dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, Bareskrim Polri membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menuntaskan sejumlah perkara tindak pidana korupsi di Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Bareskrim Polri.

"Di mana ada tugas-tugas tambahan terkait upaya pencegahan dan ada upaya lain yang harus kita lakukan dalam rangka mengawal penanggulangan Covid dan juga pemulihan ekonomi nasional serta kebijakan-kebijakan strategis yang lain," katanya.

Sigit optimistis 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK tersebut memiliki rekam jejak sekaligus pengalaman yang baik dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.

"Tentunya itu sangat bermanfaat untuk perkuat  jajaran organisasi yang kami kembangkan, untuk memperkuat organisasi Polri," ujarnya.

Sumber : bisnis.com