Simpatisan Ganjar Gelar Aksi Layanan Potong Rambut Gratis

Sejumlah warga mengikuti kegiatan potong rambut. - Ist.
12 September 2021 22:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURAKARTA--Para simpatisan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus melakukan aksinya guna menyongsong Pemilu 2024. Sukarelawan yang menamakan diri Sahabat Ganjar melakukan aksi nyata di tengah masyarakat untuk meraih simpati.

Mereka kembali menggelar aksi dengan memberikan layanan potong rambut gratis kepada masyarakat di wilayah Solo dan sekitarnya, Minggu (12/9/2021). Aksi yang dilakukan komunitas Sahabat Ganjar ini dilakukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Ganjar Minta Karimunjawa Dibuka Terbatas

“Kegiatan layanan potong rambut gratis ini kami lakukan pada hari Minggu, saat hari libur dengan harapan banyak masyarakat yang memanfaatkan. Selain itu para sukarelawan juga membagikan kopi gratis kepada masyarakat,” kata Herson yang juga aktivis Sahabat Ganjar dalam rilisnya, Minggu (12/9/2021).

Ia menambahkan kegiatan itu dilakukan di salah satu ruang terbuka dengan penerapan protokol ketat untuk menghindari penularan Covid-19. Kegiatan itu mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat terutama yang sedang membutuhkan untuk potong rambut.

“Layanan potong rambut gratis ini dilakukan oleh tenaga profesional, dan kami menargetkan minimal 25 orang, masyarakat sangat antusias, namun kami batasi sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

BACA JUGA : Gubernur Ganjar Mendadak Jadi Penyiar Radio, Banyak Pendengar Request Lagu hingga Curhat

Sebelumnya Ketua Umum Sahabat Ganjar Lenny Handayani sebagaimana dikutip Antara menyatakan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah terus mengali dengan sejumlah aksinya. Sekelompok sukarelawan yang menamakan diri Sahabat Ganjar melakukan aksi borong dagangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se-Indonesia. Aksi tersebut dilakukan serentak di 51 kota/kabupaten di Indonesia dengan memborong dagangan pedagang bakso, mi ayam, warteg, dan produk UMKM lainnya.

Menurutnya saat ini pedagang kecil yang menggunakan gerobak masih sulit mendapatkan akses kredit dari bank untuk meningkatkan usahanya. "Apalagi ditambah situasi pandemi COVID-19 yang masih dihadapi saat ini menjadikan mereka kesulitan untuk meraih pendapatan secara normal," katanya.