Advertisement
Amerika Serikat Luncurkan Dua Serangan Militer di Kabul
Para anggota Taliban berdiri di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, pada 16 Agustus 2021. - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer di Kabul, Afghanistan pada Minggu (29/8/2021).
Dilansir dari Channel News Asia, dua pejabat AS mengatakan bahwa serangan tersebut menyasar para militan ISIS-K.
Advertisement
Sebelumnya, pada Minggu, saksi melaporkan mendengar ledakan di dekat Bandara Kabul dan tayangan televisi menunjukkan asap hitam di sekitar lokasi. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai adanya korban.
Aljazeera melaporkan militer AS melakukan serangan menggunakan drone terhadap kendaraan yang mencurigakan yang berada di dekat Bandara Kabul. Kendaraan itu disebut terkait dengan ISIS.
BACA JUGA: Mobil BMW X7 Tom Cruise Dicuri saat Syuting Film Mission Impossible
"Militer AS melakukan aksi pertahanan diri terhadap sebuah kendaraan di Kabul, menghancurkan ancaman mendesak dari ISIS-K [ke Bandara Internasional Hamid Karzai]", papar Juru Bicara Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) Bill Urban.
Dia melanjutkan ledakan kedua yang cukup besar mengindikasikan adanya bahan peledak dengan jumlah yang substansial. AS menyatakan hingga saat ini, belum ada tanda-tanda mengenai jatuhnya korban warga sipil.
Sekitar 114.000 orang telah meninggalkan Afghanistan setelah Taliban menguasai mayoritas kota besar negara itu pada 2 pekan lalu.
Adapun Presiden AS Joe Biden telah menyatakan bahwa serangan balasan AS menyusul serangan bunuh diri di Kabul pada Kamis (26/8), yang korbannya termasuk militer AS, tidak akan menjadi yang terakhir.
Lebih dari 100 orang meninggal dalam serangan bunuh diri yang dilakukan oleh ISIS-K, termasuk 13 personel militer AS. Pada Sabtu (28/8), Pentagon mengatakan serangan pesawat tak berawak pembalasan telah menewaskan dua petinggi ISIS di timur Afghanistan.
"Situasi di lapangan terus menjadi sangat berbahaya dan ancaman serangan teroris di bandara tetap tinggi. Komandan kami melaporkan bahwa serangan kemungkinan besar terjadi dalam 24-36 jam ke depan," ujar Biden.
New York Times melaporkan Kedutaan Besar AS di Kabul memperingatkan warga negaranya setelah adanya ancaman yang spesifik. Hal yang sama juga telah diumumkan oleh pejabat Kementerian Luar Negeri AS dalam beberapa hari terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sindikat SMS e-Tilang Palsu Dibongkar, WNA China Kendalikan Operasi
- KAI Buka Penjualan Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Lebaran 2026
- Demi Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Izin Minimarket Baru Ditahan
- Menhub Dorong Masjid di Jalur Mudik Jadi Rest Area Lebaran 2026
- BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara, Pusat di Daratan
Advertisement
Akses ke Pantai Lewat Jalan NgawenKarangmojo Rusak, Warga Mengeluh
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Massa Datangi Mapolda DIY, Pintu Barat Roboh
- Limbah B3 Dibuang Sembarangan di Lahan Warga Kulonprogo
- Demo di Mapolda DIY, Akses Ring Road Utara Sempat Dialihkan
- Resmi Dibuka, Kampung Ramadan Wedomartani Diikuti Ratusan UMKM
- Demo di Mapolda DIY Diwarnai Salat Gaib untuk Korban Kekerasan Aparat
- Kasus Pelajar Tewas di Tual Maluku, Bripda MS Akui Lalai dan Menyesal
- Apple Pindahkan Produksi Mac Mini ke AS, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement







