Loker Solo Terbaru 2026, Ada 1.000 Lowongan di Job Fair Gratis
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab/Rahmat
Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meluruskan anggapan masyarakat mengenai pengobatan pada pasien Covid-19 di rumah sakit (RS). Dia menegaskan seluruh pengobatan pasien Covid-19 gratis tetapi dengan beberapa syarat.
Hal itu diungkapkannya melalui unggahan video podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Rabu (25/8/2021). Menkes Budi meluruskan anggapan masyarakat soal obat hingga tes PCR yang ditanggung negara. Dalam unggahan tersebut, dia mengatakan telah menggelontorkan uang lebih dari Rp10 triliun untuk membayar klaim rumah sakit.
Dia mengatakan biaya pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit sudah ditanggung oleh negara atau gratis. Namun, terdapat pula obat-obatan yang di luar protokol kesehatan yang tidak ditanggung, seperti gammaraas.
“it’s free, not supposed to be free, it’s free. Kecuali ada obat obatan di luar protokol [standar],” kata Menkes Budi, seperti dikutip Bisnis.com, Kamis (26/8/2021).
Begitu pula dengan tes PCR atau polymerase chain reaction yang tidak dikenakan biaya. Namun, tes PCR harus dibedakan menjadi beberapa jenis.
Dia pun mengklarifikasi terkait banyaknya masyarakat yang masih harus membayar tes PCR menggunakan dana pribadi.
“Ini mesti dilurusin, [tes] PCR untuk test epidemiologis, gratis. [Tes] PCR untuk tes screening, tidak gratis,” jelasnya.
Menkes menjelaskan bahwa cara kerja atau tujuan dari diadakannya tes PCR adalah untuk melacak atau tracing masyarakat yang terpapar virus corona (Covid-19).
“Sebenarnya tes PCR yang benar bukan PCR mau ketemu Budi Sadikin dites, bukan gitu prinsipnya tes PCR. Tes PCR adalah ketika orang demam dan batuk-batuk, itu gratis. Kalau dia positif, suspect itu akan ditanyakan orang terdekatnya. Mereka didatangi orang Puskesmas untuk dites, gratis,” paparnya.
Sementara itu, tes PCR yang tidak gratis atau berbayar adalah ketika seseorang ingin melakukan perjalanan atau bertemu seseorang.
Budi menilai jika test PCR digratiskan, maka setiap saat akan ada banyak orang meminta untuk menjalani tes, padahal hasil tersebut dilakukan untuk berpergian.
“Nah, yang bikin enggak gratis adalah dan bukan tes epidemologis, bukan tes secara medis Tapi untuk orang-orang yang mau terbang, jalan, ketemu orang,” sambungnya.
Begitu pula dengan seseorang yang merasa telah bertemu orang sakit, maka tes tersebut berbayar.
“Kalau ada gejala, datang ke fasilitas kesehatan dites itu gratis. Karena yang namanya tes itu pendukung analisa medis seorang dokter, dokter lihat dia sehat, tapi dokter sudah punya diagnosa dulu sebelumnya,” pungkasnya.
Dengan demikian, Menkes Budi meluruskan bahwa biaya bagi pasien Covid-19 di rumah sakit adalah gratis, sama halnya dengan tes PCR epidemiologis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.