Aldila Sutjiadi Juara Bad Homburg Open 2026 Jelang Wimbledon
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Foto ilustrasi petugas loket melayani peserta BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk 11 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) yang dinonaktifkan direaktivasi secara otomatis selama tiga bulan. Langkah ini dimaksudkan agar data penerima dapat divalidasi kembali, memastikan hanya yang benar-benar membutuhkan yang mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara.
Dalam rapat bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), Budi menjelaskan bahwa dari 11 juta peserta yang kepesertaannya dicabut, terdapat sekitar 120 ribu pasien dengan riwayat penyakit katastropik dan 12 ribu pasien hemodialisis (cuci darah) yang terdampak.
Jumlah pasien cuci darah secara nasional mencapai 200 ribu, dengan tambahan 60 ribu pasien baru setiap tahunnya. Tanpa penanganan rutin, yakni cuci darah 2–3 kali seminggu, pasien berisiko meninggal dunia.
Selain pasien cuci darah, Budi menekankan perlunya perhatian pada penyakit katastropik lain, termasuk kemoterapi dengan siklus lima kali seminggu, pengobatan jantung, serta infus untuk anak dengan thalasemia.
“Reaktivasi ini penting agar orang yang benar-benar membutuhkan tetap dilayani negara,” tegas Budi. Ia menambahkan bahwa mekanisme reaktivasi sementara ini dapat dilaksanakan melalui Surat Keputusan (SK) Kementerian Sosial.
Terkait biaya, Budi memaparkan, “Kalau 120 ribu orang kali Rp42 ribu PBI per bulan, total paling Rp5 miliar. Jadi selama tiga bulan, kami minta anggaran sekitar Rp15 miliar untuk otomatis mereaktivasi.”
Selama periode tiga bulan validasi, publik dapat diinformasikan bahwa PBI JK hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, dan penerima manfaat tidak perlu lagi mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengaktifkan kepesertaan secara manual.
Selain reaktivasi otomatis, Budi juga menyarankan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara terbuka oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Pemerintah Daerah, BPJS Kesehatan, dan Kementerian Sosial.
Lebih lanjut, ia menekankan perlunya koordinasi agar SK Kemensos berlaku dua bulan secara sah, sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru terkait kewenangan antara Kemenkes dan Kemensos. “Ini perlu koordinasi dengan BPK agar tidak terlihat salah satu kementerian,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.