Advertisement
Menbud Tetapkan 5 Desa Penerima Apresiasi Desa Budaya 2025
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan penghargaan kepada lima desa penerima Apresiasi Desa Budaya, sebagai bagian dari rangkaian Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2025, dengan puncak kegiatan yang dilaksanakan di Huta Sinapuran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (7/2/2026). ANTARA - HO/Dok. Kementerian Kebudayaan
Advertisement
Harianjogja.com, MEDAN— Menteri Kebudayaan Fadli Zon menetapkan lima desa sebagai penerima Apresiasi Desa Budaya dalam rangkaian Program Pemajuan Kebudayaan Desa Tahun 2025. Puncak kegiatan program tersebut digelar di Huta Sinapuran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Fadli Zon menyampaikan bahwa desa-desa penerima apresiasi dinilai berhasil menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pembangunan yang hidup dan berkelanjutan.
Advertisement
“Desa-desa ini menjadi contoh bagaimana kebudayaan dapat hidup, tumbuh, dan menjadi kekuatan pembangunan dari desa. Ini baru ujung dari gunung es, karena hampir setiap desa di Indonesia memiliki kekayaan ekspresi budaya yang unik dan berbeda satu sama lain,” ujar Fadli Zon melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Kelima desa tersebut dinilai mampu membangun ekosistem kebudayaan desa yang berakar kuat pada identitas lokal serta dikelola sebagai sistem kehidupan yang memberi dampak sosial, ekologis, dan ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA
Adapun lima desa penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 meliputi Desa Cibaliung (Provinsi Banten), Desa Duarato (Provinsi Nusa Tenggara Timur), Desa Suak Timah (Provinsi Aceh), Desa Tanjung Isuy (Provinsi Kalimantan Timur), serta Desa Tebat Patah (Provinsi Jambi).
Program Pemajuan Kebudayaan Desa merupakan inisiatif strategis Kementerian Kebudayaan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2021, dengan tujuan memperkuat desa sebagai fondasi dan pusat kebudayaan nasional.
Pada 2025, program ini melibatkan 150 desa dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, program tersebut telah menjangkau lebih dari 550 desa yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.
Proses penilaian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni Temu Kenali, Pengembangan, dan Pemanfaatan, dengan melibatkan dewan juri lintas disiplin yang berfokus pada dampak pengembangan kebudayaan desa.
Menbud menegaskan kebudayaan merupakan sumber daya yang tidak akan habis selama dijaga dan diwariskan lintas generasi. Oleh karena itu, desa diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebudayaan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat pelestarian budaya di daerah, termasuk percepatan penetapan cagar budaya tingkat nasional.
“Kabupaten Samosir memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari 83 cagar budaya yang ada di tingkat kabupaten, kami akan mendorong dan mempercepat agar semakin banyak yang dapat ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional,” tegasnya.
Melalui program Apresiasi Desa Budaya, Kementerian Kebudayaan berharap desa-desa di Indonesia semakin terdorong untuk menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan kebudayaan sebagai kekuatan utama dalam membangun jati diri, kemandirian, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mobil Listrik Perdana Karya Siswa SMKN 2 Wonosari Tampil di Smakadano
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Persik Kediri Tekuk Dewa United 2-1 di Tengah Hujan Deras
- Menkop Resmikan Produk UMKM HIPMI DIY Masuk Gerai KDKMP
- Mayoritas Pengusaha Muda Binaan Pemkot Jogja Belum Stabil
- Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara Asia, Iran Menang via Penalti
- Honda Perkenalkan All New Vario 125 Series di Jogja, Segini Harganya
- Persebaya Bungkam Bali United 3-1 di Stadion Dipta
Advertisement
Advertisement



