Syukurlah! Vaksin Covid-19 Buatan China Masih Efektif Melawan Varian Lambda

Virus corona varian lambda yang kini menyebar di Jepang
10 Agustus 2021 18:57 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 buatan China diklaim masih efektif melawan varian Lambda, catat pakar asal China.

Strain baru ini telah terdeteksi di Jepang, sementara China sedang memerangi wabah sporadis terbaru yang disebabkan oleh varian Delta yang diimpor. Mereka menekankan langkah-langkah fisik untuk mencegah kasus impor dari virus yang bermutasi dengan cepat.
 
Kementerian Kesehatan Jepang pada hari Jumat (6/8) mengatakan, mereka telah mengidentifikasi varian Lambda dari virus corona baru di negara itu untuk pertama kalinya, melansir Global Times, Selasa (10/8/2021).
 
Lambda, yang pertama kali diidentifikasi di Peru pada Agustus 2020, telah menyebar di Amerika Selatan. The Japan Times melaporkan, dibandingkan dengan strain konvensional, variannya mungkin lebih menular dan mungkin memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap vaksin, tetapi rinciannya masih belum diketahui.
 
Pengurutan genom juga telah mengidentifikasi setidaknya 1.060 kasus yang disebabkan oleh varian Lambda di AS sejauh ini, menurut laporan CNN.
 
Meskipun jumlah itu jauh dari lonjakan kasus yang disebabkan oleh varian Delta, yang mewakili sekitar 83 persen kasus baru di AS, pakar AS mencatat mereka mengawasi varian Lambda dengan cermat.
 
Varian Lambda telah diidentifikasi di Jepang, menimbulkan kekhawatiran publik di China, sementara varian Delta menyapu negara itu dengan 94 kasus baru domestik dan 31 kasus impor ditemukan pada hari Minggu (8/8/2021).
 
Penduduk Cina khawatir bahwa varian Lambda akan membatalkan vaksin yang ada, dan virus yang bermutasi dengan cepat akan menyeret negara itu ke dalam wabah tanpa akhir sehingga orang tidak dapat lagi kembali ke kehidupan normal.

BACA JUGA: Mulai Bulan Ini, Kartu Nikah Fisik Diganti Digital
 
Di tengah kekhawatiran publik, seorang ahli yang berbasis di Beijing mengatakan kepada Global Times dengan syarat anonim pada hari Senin (9/8) bahwa, dalam jangka pendek, varian Lambda tidak akan mendominasi Jepang atau jalan di belahan bumi utara karena belahan bumi utara saat ini sedang musim panas, ketika suhu tidak cocok untuk transmisi Lambda yang pertama kali ditemukan di belahan bumi selatan.
 
Namun belum bisa dipastikan apakah akan menggantikan Delta sebagai varian dominan di musim dingin mendatang. Pakar menegaskan kembali pentingnya mengikuti langkah-langkah anti-epidemi yang ketat, memakai masker dan menjaga jarak sosial untuk mencegah virus.
 
Pakar lain yang berbasis di Guangzhou, Zhuang Shilihe, mengambil langkah lebih jauh untuk meredakan kekhawatiran publik. Ia mengatakan varian Lambda saat ini hanya beredar di Amerika Selatan, dan hanya terbatas di wilayah lain di seluruh dunia. Dan bahkan di Amerika Selatan, persentase kasus baru yang disebabkan oleh varian Lambda semakin menurun.
 
Dia juga mencatat bahwa studi terbaru di negara-negara Amerika Selatan seperti Peru dan Chili telah menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh produsen China masih efektif terhadap varian baru.
 
Menurut GISAID, persentase mingguan kasus baru yang disebabkan oleh varian Lambda di Amerika Selatan menurun dari 7,52 persen pada 21 Juni menjadi 4,9 persen pada 8 Agustus.
 
Studi yang dilakukan di Peru menunjukkan bahwa vaksin Sinopharm setidaknya 90 persen efektif dalam mencegah kematian pada pasien Covid-19, lapor China Central Television pada 17 Juli.
 
Sementara itu, Reuters melaporkan pada 4 Agustus bahwa vaksin Covid-19 Sinovac adalah 58,5 persen efektif dalam mencegah penyakit simtomatik di antara jutaan orang Chili yang menerimanya antara Februari dan Juli, mengutip otoritas kesehatan Chili.

Sumber : Bisnis.com