Dulu Pasien Covid-19 Banyak Meninggal di ICU, Kini di IGD, Begini Penjelasan Menkes

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
02 Agustus 2021 17:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Salah satu alasannya adalah terlambat dibawa ke rumah sakit.

Di awal pandemi Covid, pasien banyak meninggal di ruang ICU. Namun, saat ini pasien meninggal banyak terjadi di pintu masuk pertama rumah sakit yaitu ruang IGD.

"Sebagian besar karena saturasinya pada saat masuk sudah rendah sekali, jadi kelihatan sekali jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dalam kondisi saturasinya sudah di bawah 90 itu banyak sekali," kata Budi dalam Budi dalam jumpa pers virtual, Senin (2/8/2021).

Baca juga: 20 Persen Rakyat Indonesia Tak Mau Divaksin, Mayoritas Khawatir Efek Samping

Dia juga menyebut stigma Covid-19 di masyarakat turut mempengaruhi, banyak pasien enggan dibawa ke rumah sakit padahal kondisinya sudah memburuk akibat pengobatan saat isolasi mandiri yang tidak maksimal.

"Jadi kesimpulan kita, bahwa banyak pasien yang terlambat mendapatkan intervensi medis, banyak yang merasa mereka malu kalau mereka sakit covid-19, mereka lebih baik diam dan diminta dirawat keluarganya," ucapnya.

Menurunnya, kondisi ini menyebabkan kematian pasien Covid-19 terjadi lebih cepat karena ketika sampai di rumah sakit sudah sulit diselamatkan.

Baca juga: Ini Kriteria Kategori Jenazah Covid-19 Sesuai Aturan Kemenkes

"Yang wafat di rumah sakit itu mendadak jadi lebih cepat. Biasanya rata-rata sebelumnya 8 hari, sekarang rata-rata 3 hari atau 4 hari sudah wafat," ungkap Budi.

Budi meminta masyarakat untuk segera pergi ke rumah sakit atau tempat isolasi terpusat untuk mendapatkan pertolongan ketika saturasi sudah di bawah 94 persen untuk mendapatkan pertolongan, jangan memaksakan isolasi mandiri.

Sumber : Suara.com