Advertisement

IPI Desak Jaminan Keamanan Penerbangan Papua

Newswire
Kamis, 12 Februari 2026 - 18:37 WIB
Sunartono
IPI Desak Jaminan Keamanan Penerbangan Papua Pesawat PK-HVQ - ist via Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, TANGERANG—Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mendesak pemerintah dan Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) segera memperkuat jaminan keamanan penerbangan Papua menyusul insiden penembakan terhadap kru pesawat Smart Air di Lapangan Terbang Korowai, Papua Selatan. Desakan ini disampaikan sebagai respons atas tewasnya Pilot Kapten Enggon dan Kopilot Kapten Baskoro akibat aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Peristiwa penembakan tersebut terjadi saat pesawat Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat itu membawa 13 penumpang ketika insiden berlangsung.

Advertisement

Dewan Kehormatan Penerbang IPI Capt. Rama Noya menegaskan, seluruh pihak perlu mengambil peran aktif dalam menjamin keamanan penerbangan Papua, terutama bagi para pilot yang bertugas melayani masyarakat di wilayah dengan risiko tinggi.

"Karena itu maka kita mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri, masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat," kata Rama Noya di Tangerang, Kamis.

Menurut dia, IPI telah berulang kali mendorong perbaikan menyeluruh terhadap sistem keamanan penerbangan, khususnya di Papua. Upaya tersebut melibatkan berbagai elemen dan lembaga terkait agar standar keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.

Ia menjelaskan, IPI juga telah melakukan sejumlah kajian terkait keamanan penerbangan di daerah berisiko tinggi. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada 2022 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menghasilkan rekomendasi implementasi pengamanan penerbangan Papua.

"Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kita tidak ingin ini terjadi lagi," tuturnya.

IPI menilai sektor transportasi udara merupakan bagian dari sektor strategis nasional. Dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, moda transportasi udara menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, distribusi logistik pangan dan medis, serta penggerak roda ekonomi hingga ke wilayah terpencil, termasuk Papua.

Karena itu, lanjutnya, profesi pilot yang menjalankan tugas pelayanan publik wajib mendapatkan perlindungan negara dalam setiap penerbangan. IPI mendesak pemerintah memastikan jaminan keamanan tersebut sesuai Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.

"Kita pilot sipil di sini memberikan pelayanan. Karenanya kita minta bisa dijaga keamanannya dan rekomendasi dari kami juga sudah ada yang dipenuhi oleh pemerintah. Tetapi, masih ada kekurangan," tegas dia.

Sementara itu, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyampaikan evakuasi kru pesawat Smart Air dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2). Sebelum proses evakuasi dilakukan, Tim Satgas Damai Cartenz akan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman atas insiden penembakan pilot Smart Air tersebut.

Adapun 13 penumpang pesawat Smart Air yang berada dalam penerbangan tersebut yakni Yance Bemonop, Limu Gurik, Yanduk Kogoya, Turis Magai, Emira Wonda, Kiris (bayi), Dua Lima Kogoya, Inantinus Kahipka, Irfan Kahipka, Samuel Jitmau, Pania Mialim, Topius Kogoya, dan Tialongga Kogoya, yang turut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa dalam insiden keamanan penerbangan Papua ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Baru 386 Bidang

Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA di Kulonprogo Baru 386 Bidang

Bantul
| Kamis, 12 Februari 2026, 19:57 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement