Prorgam MBG Disetop Sementara, Pemerintah Fokus Perbaiki Tata Kelola
Program MBG dihentikan sementara saat libur sekolah. BGN audit dapur dan siapkan skema baru yang lebih tepat sasaran.
Covid-19 Varian Delta. /LIPI
Harianjogja.com, JAKARTA – Pimpinan Teknis Covid-19 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove mengingatkan varian Delta bukalah yang terakhir. Varian Delta juga dapat menginfeksi tiap individu lebih mudah dan menular dibanding varian lain.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh WHO di akun Twitter @WHO pada Selasa (27/7/2021), Maria mengatakan pihaknya masih mencoba untuk lebih memahami mengapa Covid-19 varian Delta lebih menular.
“Kami belum memiliki gambaran lengkapnya. Kita tahu bahwa beberapa mutasi yang diidentifikasi dalam varian ini, misalnya, akan membuat virus lebih mudah menempel pada sel, dan itu menginfeksi orang dengan lebih mudah,” kata Maria seperti dikutip Senin (19/7/2021).
Meskipun varian Delta lebih menular, dia mengatakan tidak terjadi peningkatan rumah sakit, keparahan, dan kematian akibat varian asal India ini.
“Artinya jumlah orang yang terinfeksi Delta tidak lebih sering mati dibandingkan varian lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Maria mengkhawatirkan pada perubahan virus akan terus berubah dan membuat virus tersebut semakin menjadi lebih parah.
“Yang kita khawatirkan adalah perubahannya. Sejauh ini diagnostik kami berfungsi, kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial berhasil,”
Maria mengungkapkan pembatasan sosial harus diperketat untuk waktu yang lebih lama. Namun, pembatasan ini bukan diharuskan untuk melakukan lockdown.
Di sisi lain, Maria mengatakan bahwa vaksin yang ada juga efektif terhadap varian Delta dalam mengurangi keparahan dan angka kematian.
“Varian Delta bukan menjadi varian terakhir. Ini tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, itu hanya dimaksudkan untuk mengatakan ada banyak yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan agar masyarakat harus mempunyai peralatan yang membuat diri tetap aman karena semua intervensi yang berbeda akan menambah lapisan perlindungan.
The #COVID19 virus continues to change and the Delta variant is more transmissible compared to the other virus strains. Listen to Dr @mvankerkhove share what is known so far about the delta variant and how we can keep ourselves safe ? pic.twitter.com/NFCMlo18W8
— World Health Organization (WHO) (@WHO) July 26, 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Program MBG dihentikan sementara saat libur sekolah. BGN audit dapur dan siapkan skema baru yang lebih tepat sasaran.
Kejari Jaksel menerima pelimpahan kasus Roy Suryo dan dokter Tifa dengan 714 barang bukti serta penjamin keluarga dari masing-masing tersangka.
Jalur TNGGP Gunung Gede Pangrango ditutup 23–29 Juli 2026 untuk event trail run internasional dan perbaikan fasilitas pendakian.
Anggota DPRD Sleman Raudi Akmal jadi tersangka korupsi dana hibah pariwisata 2020 senilai Rp10,95 miliar dan langsung ditahan 20 hari.
Pemerintah siapkan Rp1,54 triliun untuk diskon tiket transportasi libur sekolah dan Nataru 2026–2027 untuk jutaan penumpang
Pemerintah membuka program vokasi 2026 bagi 50 ribu korban PHK dan 220 ribu lulusan SMA-SMK dengan anggaran Rp6,26 triliun.