Advertisement
Ini Delapan Penyakit Paling Memakan Klaim BPJS Kesehatan, Jantung di Urutan Pertama
Pegawai melayani peserta BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (13/7/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mencatat klaim pembiayaan jaminan kesehatan hingga Rp95,51 triliun pada 2020. Dari jumlah itu, Rp17,8 triliun berasal dari klaim delapan penyakit.
Berdasarkan laporan keuangan 2020 BPJS Kesehatan yang dipublikasikan di harian Bisnis Indonesia, Jumat (9/7/2021), badan tersebut memperoleh total iuran Rp139,85 triliun. Lalu, sepanjang tahun lalu pembayaran manfaat jaminan kesehatan nasional (JKN) mencapai Rp95,51 triliun.
Advertisement
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa terdapat delapan jenis penyakit yang paling banyak menyerap dana jaminan sosial (DJS). Tak tanggung-tanggung, total klaim dari kedelapan penyakit itu mencapai Rp17,8 triliun atau sekitar 18,6 persen dari total klaim.
"Penyakit jantung masih menempati urutan pertama dengan 11,5 juta kasus, menyerap anggaran Rp8,2 triliun lebih. Disusul penyakit kanker sebanyak 2,2 juta kasus dengan biaya Rp3,1 triliun," ujar Ghufron pada Jumat (9/7/2021).
Setelah itu, terdapat penyakit stroke sebanyak 1,7 juta kasus dengan total klaim Rp2,1 triliun. Lalu, terdapat penyakit gagal ginjal sebanyak 1,6 juta kasus dengan pembiayaan Rp1,9 triliun.
Ghufron menjelaskan bahwa selanjutnya terdapat penyakit Thalasemia yang mencapai 234.888 kasus dengan pembiayaan Rp524,1 milyar. Lalu, penyakit hemophilia sebanyak 74.651 kasus dengan pembiayaan Rp443,2 milyar.
"Leukimia dengan jumlah kasus 127.731 dengan pembiayaan Rp355,1 milyar. Terakhir ada Cirrhosis Hepatis sebanyak 156.764 kasus menyerap anggaran sebesar Rp243,5 milyar," ujar Ghufron.
Menurutnya, penyakit katastropik seperti penyakit jantung dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Seperti diketahui, penyakit katastropik menjadi masalah besar dalam kesehatan masyarakat, yang juga berimbas pada besarnya beban pembiayaan oleh program JKN.
"Kami berharap fasilitas kesehatan kian aktif mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat, termasuk disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19," ujar Ghufron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tanpa Kembang Api, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
- Trump Pertimbangkan Jual Jet Tempur F-35 ke Turki, Israel Waspada
- Trump Klaim 95 Persen Rencana Damai Rusia-Ukraina Telah Disepakati
- 46.207 Penumpang Tinggalkan Jakarta dengan Kereta Api Hari Ini
- Ratusan Warga Terdampak Banjir Bandang Kalimantan Selatan
Advertisement
Cuaca Ekstrem, Bangunan Joglo Ambruk Timpa Warga Wonosari
Advertisement
Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis
Advertisement
Berita Populer
- Taylor Swift Beri Bonus Natal Rp10 Juta ke Staf Stadion
- Baut Inverter Bermasalah, Toyota Recall 55.405 Mobil Hybrid
- iPhone Fold Bocor: Layar Tanpa Crease, Harga Tembus Rp40 Juta
- Brankas Bank di Jerman Dibobol, Kerugian Capai Rp588 Miliar
- Kontrak Berakhir 2026, Ducati Disebut Tak Rela Lepas Marquez
- Inilah Negara Paling Awal dan Paling Akhir Rayakan Tahun Baru 2026
- Smartphone T1 Donald Trump Alami Penundaan Pengiriman
Advertisement
Advertisement



