Prediksi Ganjar Pranowo Terbukti, Jateng Panen Covid-19 Seusai Lebaran

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau Vaksinasi tahap II yang dilaksanakan di RST Wiratamtama dan RSUD Tugurejo Semarang, Rabu (3/3/2021). - Istimewa/Dok Pemprov Jateng
01 Juni 2021 20:27 WIB Ahmad Baihaqi News Share :

Harianjogja.com, KLATEN - Kasus Covid-19 di Jawa Tengah meningkat akhir-akhir ini. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta dukungan warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, bahwa peningkatan kasus Covid-19 sudah diprediksi sebelumnya. Dia pun mengakui saat ini Jateng panen kasus Covid-19.

“Saya sudah memprediksi sebelumnya. Kalau kemudian setiap Lebaran ada peningkatan dan tidak bisa mencegah pasti panen akan terjadi dan tampaknya hari ini kita panen. Sebenarnya kami sudah memperingatkan. Tetapi tidak apa-apa, karena sudah terjadi kita tidak bisa lagi lari dari kenyataan,” kata Ganjar saat ditemui wartawan di Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Selasa (1/6/2021) siang.

Baca juga: Update Covid-19 DIY Per 1 Juni, Tambah 219 Positif, Kota Jogja Hanya 10 Kasus

Dia menyebut, ada sejumlah faktor yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Jateng pasca-Lebaran, di antaranya saat awal ada gelombang mudik, muncul klaster pemudik.

“Kemudian ada transmisi lokal. Selebihnya karena kedisiplinan menurun,” tuturnya.

Ganjar mengatakan, kasus Covid-19 tertinggi terjadi di Kudus. Dia menguraikan upaya penanganan agar kasus tak terus melonjak sudah dilakukan.

“Saya kemarin ke Kudus dan di sana kami bantu tenaga kesehatan peralatan dan tempat isolasi. Alhamdulillah TNI polri membantu. Pak Kapolres dan Pak Kapolda malah memimpin langsung ke lapangan. Maka operasi yustisi kami lakukan, tempat keramaian kami tutup, orang mau hajatan semua kami batasi,” jelas dia.

Kasus Klaten

Ganjar juga menyoroti peningkatan kasus di Klaten.  Pihaknya sudah berkoordinasi dengan bupati dan ditindaklanjuti dengan penutupan objek wisata selama dua hari pada pekan lalu.

“Dari Bu bupati sudah bagus. Langsung memberikan surat edaran bahkan saya membaca surat itu berdasarkan perintah lisan gubernur. Apapun namanya kita harus hati-hati,” tukasnya.

Baca juga: Vaksin Sinovac Mampu Kendalikan Covid-19 di Brasil

Ganjar juga menyampaikan terkait perkembangan tenaga kesehatan di Cilacap yang tertular Covid-19 dari anak buah kapal asal Filipina.

Ada 13 ABK yang diketahui  terinfeksi Virus Corona varian India.

“Setelah perawatnya positif dan dilakukan genome sequence test, ternyata mereka [perawat] tidak terpapar varian baru. Tetapi tidak boleh lena,” ungkapnya. 

Ganjar mengatakan, sudah menggelar rapat khusus dengan delapan bupati/wali kota ihwal tren peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Dia meminta dukungan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Disinggung upaya yang dilakukan agar kasus Covid-19 tak terus meningkat, Ganjar menuturkan, sosialisasi serta operasi yustisi kembali digencarkan.

“Kemudian, potensi kerumunan kami larang. Tempat wisata yang sebelumnya bebas sebebas-bebasnya kami batasi. Kalau tidak mau, tutup. Ya keras saja sekarang. Hajatan dan sebagainya kami minta dikontrol. Bukan berarti tidak boleh nikah. Boleh nikah, tetapi untuk pestasnya nanti saja lah sehingga akad nikah dulu,” kata dia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan, seluruh objek wisata sudah kembali diperbolehkan beroperasi setelah penutupan sementara selama dua hari pada Rabu-Kamis (26-27/5/2021).

Namun, para pengelola diminta tetap mematuhi ketentuan pembatasan seperti jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas serta jam operasional maksimal hingga pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, selama dua hari Satgas Penanganan Covid-19 kecamatan memperketat pengawasan kegiatan hajatan di wilayah masing-masing, tak ada kegiatan hajatan yang dibubarkan. Hanya saja, ada kegiatan hajatan yang ditata ulang tempat duduk hingga waktu dipersingkat.

“Dari pengawasan kemarin mudah-mudahan untuk hajatan selanjutnya masyarakat sudah paham untuk melakukan protokol kesehatan,” kata dia.

Sumber : Solopos