Permintaan Kakao dari Australia Naik, Produksi Nasional Diuji
Australia berencana meningkatkan impor kakao dari Indonesia. Peluang ekspor produk kakao premium terbuka lebar, tetapi pasokan biji kakao nasional masih menjadi
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memegang sebotol vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac, vaksin COVID-19 pertama yang tiba di negara itu, di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, Minggu (28/2/2021)./Antara/Reuters-Eloisa Lopez
Harianjogja.com, JAKARTA – Berdasarkan hasil studi di salah satu kota kecil di Brasil, didapatkan data bahwa vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. bisa mengendalikan wabah Covid-19, lebih efektif dibandingkan dengan hasil uji klinis pada tahap awal. Hal ini bisa mendorong keyakinan negara berkembang untuk menggunakan vaksin asal China ini.
Menurut studi oleh Pemerintah Sao Paulo, yang dilakukan di Kota Serrana dengan 45.000 penduduk tersebut menunjukkan adanya penurunan angka kematian hingga 95 persen dalam lima pekan setelah vaksinasi massal selesai dilakukan.
Adapun, kasus dengan gejala turun sampai 80 persen dan keterisian rumah sakit turun hingga 86 persen.
Sekitar 75 persen dari penduduk kota tersebut sudah divaksinasi dengan target mayoritas adalah penduduk usia dewasa dan 95 persen dari penerima vaksin sudah mendapatkan dua dosis lengkap.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan efek samping dari vaksin tersebut, dan tidak ada kematian terkait Covid-19 di antara para penerima vaksin dalam 14 hari setelah menerima vaksin tersebut.
Di wilayah sekitar Kota Serrana, sekitar 315 kilometer dari Sao Paulo, juga mempelajari efektivitas vaksin melawan mutasi virus P1. Direktur Riset di Butantan Institut Ricardo Palacios menyatakan bahwa vaksin tersebut masih efektif melawan mutasi virus yang pertama kali ditemukan di Brasil tersebut.
“Sekarang bisa kami katakan bahwa sangat mungkin untuk mengendalikan pandemi dengan vaksin. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa tidak perlu vaksinasi anak untuk membuka kembali sekolah,” kata Palacios, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (1/6/2021).
Studi di Serrana tersebut berpotensi memberikan pencerahan bagi negara-negara berkembang yang membutuhkan vaksin untuk bisa kembali bangkit setelah pandemi menghantam.
Studi ini juga menjadi bukti terbaru yang membantah kontroversi pada vaksin asal China tersebut, yang menyebutkan hanya menembus efikasi 50 persen pada uji klinis terakhirnya, yang terendah di antara vaksin Covid-19 lainnya.
Sinovac juga sebelumnya dikritik karena tak menunjukkan cukup data uji klinis dan data keamanan dibandingkan dengan vaksin keluaran negara-negara barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Australia berencana meningkatkan impor kakao dari Indonesia. Peluang ekspor produk kakao premium terbuka lebar, tetapi pasokan biji kakao nasional masih menjadi
KPK menyebut empat dari delapan tersangka suap ATR BPN diduga orang kepercayaan Nusron Wahid dalam perkara HGB di Kabupaten Bogor.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027