Advertisement

Vaksin Sinovac Mampu Kendalikan Covid-19 di Brasil

Mutiara Nabila
Selasa, 01 Juni 2021 - 19:27 WIB
Sunartono
Vaksin Sinovac Mampu Kendalikan Covid-19 di Brasil Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memegang sebotol vaksin virus corona (COVID-19) Sinovac, vaksin COVID-19 pertama yang tiba di negara itu, di Pangkalan Udara Villamor, Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, Minggu (28/2/2021)./Antara - Reuters/Eloisa Lopez

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Berdasarkan hasil studi di salah satu kota kecil di Brasil, didapatkan data bahwa vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd. bisa mengendalikan wabah Covid-19, lebih efektif dibandingkan dengan hasil uji klinis pada tahap awal. Hal ini bisa mendorong keyakinan negara berkembang untuk menggunakan vaksin asal China ini.

Menurut studi oleh Pemerintah Sao Paulo, yang dilakukan di Kota Serrana dengan 45.000 penduduk tersebut menunjukkan adanya penurunan angka kematian hingga 95 persen dalam lima pekan setelah vaksinasi massal selesai dilakukan.

Adapun, kasus dengan gejala turun sampai 80 persen dan keterisian rumah sakit turun hingga 86 persen.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sekitar 75 persen dari penduduk kota tersebut sudah divaksinasi dengan target mayoritas adalah penduduk usia dewasa dan 95 persen dari penerima vaksin sudah mendapatkan dua dosis lengkap.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan efek samping dari vaksin tersebut, dan tidak ada kematian terkait Covid-19 di antara para penerima vaksin dalam 14 hari setelah menerima vaksin tersebut.

Di wilayah sekitar Kota Serrana, sekitar 315 kilometer dari Sao Paulo, juga mempelajari efektivitas vaksin melawan mutasi virus P1. Direktur Riset di Butantan Institut Ricardo Palacios menyatakan bahwa vaksin tersebut masih efektif melawan mutasi virus yang pertama kali ditemukan di Brasil tersebut.

“Sekarang bisa kami katakan bahwa sangat mungkin untuk mengendalikan pandemi dengan vaksin. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa tidak perlu vaksinasi anak untuk membuka kembali sekolah,” kata Palacios, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (1/6/2021).

Studi di Serrana tersebut berpotensi memberikan pencerahan bagi negara-negara berkembang yang membutuhkan vaksin untuk bisa kembali bangkit setelah pandemi menghantam.

Studi ini juga menjadi bukti terbaru yang membantah kontroversi pada vaksin asal China tersebut, yang menyebutkan hanya menembus efikasi 50 persen pada uji klinis terakhirnya, yang terendah di antara vaksin Covid-19 lainnya.

Advertisement

Sinovac juga sebelumnya dikritik karena tak menunjukkan cukup data uji klinis dan data keamanan dibandingkan dengan vaksin keluaran negara-negara barat.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Atap Rawan Ambruk karena Dimakan Rayap, Dua SMP di Jogja Direnovasi

Jogja
| Minggu, 25 September 2022, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement