Perkiraan Meleset, Arus Balik Bukan Minggu. Menhub: Masyarakat Menunda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diperiksa suhu tubuh saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun KA Medan. - Kemenhub
17 Mei 2021 06:47 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Arus balik para pemudik yang diperkirakan terjadi Minggu (16/5/2021) ternyata tidak sesuai dengan proyeksi semula karena banyak masyarakat yang menunda kembali ke Jabodetabek.

Kondisi tersebut nampak dari pantauan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Menko PMK Muhadjir yang juga melakukan pantauan arus lalu lintas jalur Cikopo-Palimanan melalui helikpoter pada H+2 lebaran.

Menhub mengatakan lonjakan pergerakan arus lalu lintas yang diprediksikan sebelumnya terjadi pada Minggu (16/5/2021) belum menunjukkan pergerakan yang berarti di jalur tersebut.

"Secara umum kami memperkirakan masyarakat masih menunda kepulangan dari kampung halaman. Secara kuantitatif, jumlah pergerakan pada arus balik hari ini masih di bawah 60 persen dari yang diperkirakan," kata Menhub, Minggu (16/5/2021).

Lebih lanjut, Menhub menjelaskan telah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi intensif dengan Korlantas Polri dalam melakukan pengawasan arus lalu lintas di jalan raya, karena diperkirakan masih banyak masyarakat yang belum kembali.

Baca juga: Pemerintah Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Menhub juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, agar melakukan tes kesehatan secara mandiri, agar tidak perlu lagi mengikuti tes acak ini dan untuk menghindari penumpukan di posko pengecekan kesehatan.

Adapun Posko Balonggandu merupakan salah satu tempat dilakukannya pengecekan kesehatan rapid tes antigen secara acak bagi para pengendara sepeda motor dari arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang akan melakukan perjalanan balik ke Jabodetabek.

Mulai 15 Mei 2021 kemarin, Pemerintah melakukan pengetatan arus balik pengguna kendaraan roda empat dan roda dua dari arah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dengan melakukan pengecekan kesehatan menggunakan rapid antigen secara acak.

Titik penyekatan maupun titik pemeriksaan tes kesehatan secara acak ditingkatkan untuk memastikan pengguna jalan tidak berpotensi membawa virus ini kembali ke Jabodetabek.

Tiga titik yang diperketat yaitu sekitar Karawang tepatnya di Jembatan Timbang Balonggandu, Pos Tegal Gubug Susukan, dan wilayah Indramayu ke arah Jatibarang.

"Untuk mengantisipsi pergerakan masyarakat yang akan menuju Jabodetabek selepas lebaran, pemerintah melakukan pengecekan Rapid Antigen secara acak guna mencegah penyebaran Covid-19," tekannya.

Sumber : bisnis.com