Kemenkeu: Pandemi Secara Global Masih Jauh dari Kata Selesai

Layar menampilkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
30 April 2021 05:27 WIB Dany Saputra News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksinasi untuk mencapai herd immunity dapat mendorong pemulihan aktivitas masyarakat sehingga menggerakkan kegiatan perekonomian seperti sebelum masa pandemi.

Meskipun dengan laju vaksinasi yang termasuk cepat secara global, Indonesia masih harus waspada dan berusaha untuk memastikan peningkatan laju vaksinasi dan menekan angka penyebaran virus.

“Pandemi secara global masih jauh dari selesai,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam diskusi virtual, Kamis (29/4/2021).

Febrio mengingatkan, apabila ingin meningkatkan aktivitas masyarakat, maka mendorong 3T (testing, tracing, treatment) dan penegakkan 5M di masyarakat juga berperan sebagai kunci. Bukan hanya vaksinasi.

Dia lalu mencontohkan India dan Brazil yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Gelombang dua atau tiga pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah negara dengan kasus tertinggi Covid-19 turut memengaruhi dunia secara global.

“Sehingga apapun yang kita ikhtiarkan masih mengalami challenge yang berat secara global. Kita lihat bagaimana Indonesia bisa menjaga kasus rendah paling tidak dua bulan terakhir. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Tapi ini hasil ikhtiar kerja keras kompenen bangsa,” jelasnya.

Febrio mengatakan laju vaksinasi yang dilakukan pemerintah sudah berada di level agresif untuk bisa mencapai target herd immunity sebanyak lebih dari 181 juta jiwa di Indonesia di kuartal I/2022. Berdasarkan dosis yang sudah disuntikkan, Indonesia berada di peringkat sembilan secara global.

Sumber : bisnis.com