Daya Saing Indonesia Merosot ke Peringkat 48, Infrastruktur Jadi Sorot
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Layar menampilkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu (kanan) memberikan pemaparan yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Fahmi Achmad dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksinasi untuk mencapai herd immunity dapat mendorong pemulihan aktivitas masyarakat sehingga menggerakkan kegiatan perekonomian seperti sebelum masa pandemi.
Meskipun dengan laju vaksinasi yang termasuk cepat secara global, Indonesia masih harus waspada dan berusaha untuk memastikan peningkatan laju vaksinasi dan menekan angka penyebaran virus.
“Pandemi secara global masih jauh dari selesai,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam diskusi virtual, Kamis (29/4/2021).
Febrio mengingatkan, apabila ingin meningkatkan aktivitas masyarakat, maka mendorong 3T (testing, tracing, treatment) dan penegakkan 5M di masyarakat juga berperan sebagai kunci. Bukan hanya vaksinasi.
Dia lalu mencontohkan India dan Brazil yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Gelombang dua atau tiga pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah negara dengan kasus tertinggi Covid-19 turut memengaruhi dunia secara global.
“Sehingga apapun yang kita ikhtiarkan masih mengalami challenge yang berat secara global. Kita lihat bagaimana Indonesia bisa menjaga kasus rendah paling tidak dua bulan terakhir. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Tapi ini hasil ikhtiar kerja keras kompenen bangsa,” jelasnya.
Febrio mengatakan laju vaksinasi yang dilakukan pemerintah sudah berada di level agresif untuk bisa mencapai target herd immunity sebanyak lebih dari 181 juta jiwa di Indonesia di kuartal I/2022. Berdasarkan dosis yang sudah disuntikkan, Indonesia berada di peringkat sembilan secara global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Hasto Kristiyanto menegaskan Hari ASI Sedunia menjadi gerakan membangun peradaban. PDIP juga menyoroti pentingnya ASI untuk mencegah stunting.
Anggota DPRD Bantul Herry Fahamsyah mendukung pembahasan RUU LGBTQ agar ada kepastian hukum dan dasar pengaturan yang jelas.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada surpres pergantian Kapolri. DPR juga membantah kabar tersebut dan meminta publik tak terpengaruh isu.
Pemkab Sleman membentuk KOPI TB untuk memperkuat kolaborasi menuju eliminasi Tuberkulosis pada 2030 setelah sukses eliminasi malaria.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.