Pengawasan Perbatasan Kulonprogo Dilakukan H-2 Lebaran

Foto ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
16 April 2021 07:27 WIB Hafit Yudi Suprobo News Share :

Harianjogja.com, WATES--Gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo menyatakan upaya pengawasan perbatasan bakal dilakukan pada h-2 atau dua hari sebelum hari raya Idulfitri. Pengawasan perbatasan dilakukan oleh sejumlah unsur, baik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo, TNI, Polri, maupun unsur lainnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan lonjakan pemudik ke Kulonprogo diprediksi bakal terjadi h-2 Idulfitri yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Kita nanti akan mengimbau [Satgas Mudik 2021] memantau betul perbatasan. Biasanya kan pemudik itu dipantau h-7 sebelum lebaran. Nah, nanti kalau sudah mendekati lebaran akan crowded. Pemudik yang pulang duluan itu pasti ada. Ada yang menghindari macet dan habisnya tiket transportasi umum," kata Fajar saat dikonfirmasi pada Kamis (15/4/2021).

Posko lebaran di perbatasan juga bakal didirikan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo. Posko di perbatasan sudah didirikan sejak h-2 Idulfitri. Upaya tersebut dilakukan untuk melakukan pemantauan pemudik yang sudah melakukan perjalanan pulang kampung sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Hasil Uji Klinik Vaksin Nusantara, Ini Temuan Serius dari BPOM

"Kita akan memberikan imbauan berupa surat edaran [SE] ke gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat kalurahan. Bilamana ada yang datang [pemudik] harus dimintai surat keterangan bebas Covid-19 [rapid rest antigen]. Kalau belum membawa ya kita minta tes antigen di sini," kata Fajar.

Sampai saat ini, kata Fajar, pemerintah kabupaten Kulonprogo belum menerima surat edaran baik yang berasal dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terkait dengan boleh atau tidak diperbolehkannya mudik 2021.

"Belum ada kabar resmi. Kalau memang dibolehkan ya kita siap. Kita masih menunggu regulasi dari pusat. Kalau memang tidak boleh juga kita tidak siap," kata Fajar.

Konsekuensi atas diperbolehkannya pemudik masuk ke Kulonprogo juga tak luput jadi perhatian Fajar. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan oleh Fajar dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo, jumlah personel menjadi isu yang cukup menyita perhatian.

Pasalnya, jumlah personel Dishub Kabupaten Kulonprogo tidak cukup jika harus melakukan penjagaan di perbatasan Kulonprogo yang memiliki banyak pintu. Harus dibantu dengan unsur baik dari TNI, Polri, bahkan Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo.

"SDM Dishub Kabupaten Kulonprogo sangat terbatas. Tentunya, kita minta bantuan TNI dan Polri. Pintu masuk Kulonprogo juga banyak ya. Tidak hanya pintu utama yang berasal dari Jalan Nasional maupun provinsi, jalan di kabupaten maupun di kalurahan sangat bisa menjadi akses bagi pemudik untuk masuk ke Kulonprogo," ujar Fajar.

Belum Terjadi Gelombang Mudik

Sampai detik ini, belum terjadi gelombang pemudik yang kembali maupun lewat di Kulonprogo. Hal tersebut berdasarkan catatan dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten.

"Belum ada gelombang pemudik yang kembali ke Kulonprogo. Memang pada h-7 sebelum puasa terjadi kenaikan mobilitas orang yang masuk ke Kulonprogo ya. Hal tersebut disebabkan karena menuju puasa masyarakat banyak yang melakukan aktivitas di kampung halaman ya," kata Fajar.