Advertisement
Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama di Indonesia Nyaris 9 Juta Orang
Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi massal untuk kalangan perbankan dan bursa saham di BEI, Rabu (31/3/2021). - Youtube/Sekretariat Presiden
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan sampai dengan Selasa (6/4/2021), pukul 12.00 WIB, jumlah penerima vaksin dosis pertama sudah hampir mencapai 9 juta orang.
Perinciannya, untuk tenaga kesehatan yang divaksinasi untuk dosis pertama sudah mencapai 98,30 persen. Sementara penerima dosis kedua sudah 88,40 persen.
Advertisement
Sampai hari ini, tenaga kesehatan penerima vaksin dosis pertama totalnya mencapai 1.443.798 orang dari target 1.468.764 orang untuk tenaga kesehatan. Sementara itu, yang divaksin dosis kedua totalnya sudah mencapai 1.298.358 orang.
Selanjutnya, untuk petugas pelayanan publik, Pemerintah sudah menyuntikkan ke 32,81 persen dari target sebanyak 17.327.169 orang, yakni ke 5.685.518 orang. Adapun, yang sudah divaksin dosis kedua jumlahnya sudah mencapai 2.640.446 orang atau 15,24 persen.
Kemudian, untuk lansia dengan total target 21.553.118 orang, sampai dengan Senin sudah mencapai 1.782.739 orang atau 8,27 persen dari target yang disuntikkan dosis pertama dan 352.589 orang atau 1,64 persen sudah dapat dosis kedua.
Secara keseluruhan, target pemerintah adalah melakukan vaksinasi kepada 70 persen penduduk atau 181.554.465 orang. Sementara target untuk vaksinasi tahap awal untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia jumlahnya 40.349.051.
Saat ini total yang divaksinasi dosis pertama sudah hampir 9 juta orang, tepatnya mencapai 8.912.055 orang atau 22,09 persen dari target vaksinasi tahap awal. Kemudian 4.291.393 orang atau 10,64 persen sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.
Terkait keterbatasan ketersediaan vaksin yang ada dari berbagai negara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Kemenkes akan mengatur kembali penyaluran pasokan vaksinasi dengan menjadikan lansia sebagai prioritas utama.
Pasalnya, berdasarkan data di Kemenkes menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10 persennya lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100 persen yang wafat, 50 persennya adalah Lansia.
Oleh karena itu dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April ini akan diarahkan untuk disuntikkan kepada Lansia.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengingatkan agar lansia tidak ragu divaksin, apalagi saat ini pelayanan vaksinasi sudah dipermudah karena seluruh fasilitas layanan kesehatan dan sentra vaksinasi sudah menerima lansia dengan KTP dari mana pun.
“Jadi walaupun bukan KTP DKI Jakarta, atau tidak tinggal di Jakarta lansia yang sedang berada di Jakarta bisa tetap dapat vaksin. Tapi tetap harus mendaftar terlebih dahulu. Jangan termakan hoaks bahwa vaksinasi lansia bisa langsung datang atau go show,” tegas Nadia pada Dialog KPCPEN, Selasa (6/4/2021).
Selain itu, Nadia juga menegaskan bawha tempat penyuntikkan vaksin dosis pertama dan kedua harus sama. Hal ini lantaran banyak lansia yang protes tak bisa vaksinasi kedua di fasyankes terdekat.
“Karena datanya sudah terkumpul di pusat, lokasi vaksinasi akan menyediakan dosis vaksin kedua sesuai data pada vaksin pertama,” jelasnua.
Pendaftaran vaksinasi lansia diharapkan untuk mencegah terjadinya kerumunan, sehingga lansia yang akan divaksin tidak ragu dan yakin lokasinya aman dari penularan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Budidaya Biofloc Kian Diminati di DIY, Efisien Tekan Biaya Pakan Ikan
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 21 Januari 2026
- DPRD Kulonprogo Tetapkan 11 Propemperda Prioritas Rampung 2026
- Kasus Pati, KPK Cium Indikasi Jual Beli Jabatan Lebih Luas
- DPRD dan Pemkab Sleman Tetapkan 13 Propemperda Target Rampung 2026
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- Anggaran Stunting Kelurahan di Kota Jogja Naik pada 2026
- Insentif CBU Berakhir, Pasar Mobil Listrik Berisiko Melambat
Advertisement
Advertisement



