Advertisement

Tiru Jokowi, Moeldoko Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Bagi Teroris

Aprianus Doni Tolok
Kamis, 01 April 2021 - 18:27 WIB
Sunartono
Tiru Jokowi, Moeldoko Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Bagi Teroris Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Produksi Ventilator Dalam Negeri di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (15/4/2020). - KSP

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara terkait perkembangan situasi keamanan Indonesia menyusul aksi terorisme di Gereja Katedral, Makassar dan Mabes Polri, Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

“Pertama, sebagaimana telah ditegaskan Presiden, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat terorisme di Indonesia. Seluruhnya akan dibongkar," kata Moeldoko melalui keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Dia menyatakan Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara untuk saling berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror di Tanah Air.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA : Ditolak Pemerintah, Begini Respons Demokrat Kubu Moeldoko

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjamin negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut.

Kedua, kata Moeldoko, pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan hard approach.

Dia memastikan upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adli dan seefektif mungkin.

Selanjutnya, Moeldoko menyebut terorisme adalah musuh bersama seluruh rakyat Indonesia sehingga masyarakat diimbau untuk saling menjaga satu sama lain, tetap waspada dan tenang, serta membantu aparat penegak hukum dengan memberikan informasi terkait aksi terorisme.

BACA JUGA : Pemerintah Tolak Permohonan Kubu Moeldoko, Begini Respons AHY

Advertisement

“Terakhir, ancaman terorisme adalah nyata, dekat, dan berbahaya, sehingga dihimbau untuk menghentikan opini-opini konspirasi yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab dan justru memperkeruh situasi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (31/3) sekitar pukul 16.30 WIB terduga teroris yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup kepala berwarna biru masuk ke dalam kawasan Mabes Polri.

Terduga teroris tersebut sempat menodongkan senjata api kepada aparat yang sedang bertugas di sekitar gerbang Mabes Polri.

Advertisement

Tidak menunggu lama, terduga teroris berjenis kelamin perempuan tersebut langsung dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas karena telah mengancam keselamatan.

BACA JUGA : Yassona: Kubu Moeldoko Tak Bisa Lagi Ajukan Lagi Permohonan Pengesahan

Peristiwa tembakan ini terjadi tiga hari setelah tragedi bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar yang dilakukan pasangan suami istri pada Minggu (28/3/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Kunci Cemantel di Kendaraan, Motor Warga Kulonprogo di Depan Rumah Raib

Kulonprogo
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement