Advertisement
Tiru Jokowi, Moeldoko Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Bagi Teroris
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Produksi Ventilator Dalam Negeri di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (15/4/2020). - KSP
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara terkait perkembangan situasi keamanan Indonesia menyusul aksi terorisme di Gereja Katedral, Makassar dan Mabes Polri, Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
“Pertama, sebagaimana telah ditegaskan Presiden, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat terorisme di Indonesia. Seluruhnya akan dibongkar," kata Moeldoko melalui keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).
Advertisement
Dia menyatakan Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara untuk saling berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi teror di Tanah Air.
BACA JUGA : Ditolak Pemerintah, Begini Respons Demokrat Kubu Moeldoko
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjamin negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut.
Kedua, kata Moeldoko, pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan hard approach.
Dia memastikan upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adli dan seefektif mungkin.
Selanjutnya, Moeldoko menyebut terorisme adalah musuh bersama seluruh rakyat Indonesia sehingga masyarakat diimbau untuk saling menjaga satu sama lain, tetap waspada dan tenang, serta membantu aparat penegak hukum dengan memberikan informasi terkait aksi terorisme.
BACA JUGA : Pemerintah Tolak Permohonan Kubu Moeldoko, Begini Respons AHY
“Terakhir, ancaman terorisme adalah nyata, dekat, dan berbahaya, sehingga dihimbau untuk menghentikan opini-opini konspirasi yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab dan justru memperkeruh situasi,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (31/3) sekitar pukul 16.30 WIB terduga teroris yang mengenakan pakaian serba hitam dan penutup kepala berwarna biru masuk ke dalam kawasan Mabes Polri.
Terduga teroris tersebut sempat menodongkan senjata api kepada aparat yang sedang bertugas di sekitar gerbang Mabes Polri.
Tidak menunggu lama, terduga teroris berjenis kelamin perempuan tersebut langsung dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas karena telah mengancam keselamatan.
BACA JUGA : Yassona: Kubu Moeldoko Tak Bisa Lagi Ajukan Lagi Permohonan Pengesahan
Peristiwa tembakan ini terjadi tiga hari setelah tragedi bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar yang dilakukan pasangan suami istri pada Minggu (28/3/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement








