Advertisement
Kisah Seram Pendaki Gunung Lawu Lihat Sosok Bermuka Rata
Wisatawan menikmati suasana alam pegunungan di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur, Selasa (11/9). - Antara/Siswowidodo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kisah mistis kerap dialami para pendaki yang menjajal Gunung Lawu.
Gunung Lawu di kawasan perbatasan antara Karanganyar, Jawa Tengah dengan Magetan, Jawa Timur begitu dikenal angker. Cerita horor di Gunung Lawu rasanya sudah banyak didengar dari para pendaki.
Advertisement
Seperti halnya yang dirasakan pendaki asal Jakarta bernama Faiz memiliki pengalaman menyeramkan ketika mendaki Gunung Lawu bersama 5 orang temannya pada 2019 lalu.
Dalam video berdurasi 43 menit di kanal YouTube RJL 5, Faiz mengaku bahwa sudah merasakan keganjilan sejak awal ia mulai mendaki Gunung Lawu, ditambah lagi cuaca kala itu memang kurang mendukung sehingga membuat gunung tersebut lebih sepi dari biasanya oleh para pendaki lainnya. Berikut Penuturannya.
Mulai dari Faiz merasakan keberatan saat membawa tas ransel gunungnya, ia juga menyadari perbedaan drastis bobot tasnya tersebut sehingga membuatnya berkeringat banyak.
BACA JUGA: Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Semua Agama Punya Terorisnya Sendiri
"Sampai temen bilang gue kayak lagi mandi keringet, ya memang gue akui itu. Terus tiba-tiba mas Dias ngomong kalau tadi ada yang duduk di atas tas gue ngadep ke belakang," katanya seperti dikutip dari videonya, Rabu (17/3/2021).
"Gue enggak merasa ada hewan di situ, eh ternyata mas Dias ngasih tau yang duduk tadi, orangnya setinggi dengkul kaki gue. Oh, yaudah gue enggak mau tau, karena harus buang pikiran jauh-jauh yang seperti itu," tambahnya.
Selanjutnya, sekitar siang hari menjelang dzuhur, di tengah perjalanan Faiz dan teman-temannya dikejutkan oleh segepok uang yang masih bersih tergeletak begitu saja di tanah.
"Uangnya cukup banyak ada Rp2.000 sampai Rp20 ribu segepok berjejer rapi di tengah jalan, kaya uang habis keluar dari bank. Temen gua namanya Lana mau ambil, cuman mas Dias nyuruh Lana untuk uangnya dibalikin lagi ke posisi semula karena kita enggak boleh ngambil yang bukan hak kita," ujarnya.
Kemudian setelah mereka meninggalkan uang tadi dan melanjutkan perjalanan, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar dari panasnya terik matahari di pos 3. Lalu tiba-tiba anehnya tanpa pertanda apapun, hujan deras turun begitu saja.
Bivak dengan cepatnya didirikan oleh Faiz serta dibantu oleh temannya di dekat sebuah pohon besar yang rindang. Namun, siapa sangka Faiz lihat penampakan mahluk tak kasat mata yang ia deskripsi, memiliki rambut panjang, wajahnya rata dan bajunya berwarna putih.
Bivak itu sendiri adalah tempat berlindung sementara dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, atau angin besar, benda ini merupakan salah satu yang wajib dibawa saat bertahan di alam bebas.
"Gak tahu kenapa memang dari awal gua udah ngerasain aura yang enggak enak di situ. Gue lagi jongkok ngiket tali buat bivak, pas noleh ke atas ada yang ngintip, mukanya rata, berambut panjang dan bajunya putih" jelasnya.
"Gue takut, cuma gimana caranya nguatin diri supaya terlihat enggak terjadi apa-apa. Walaupun pas balik dari situ badan gue menggigil hebat. Mungkin apa gua belum permisi atau memang sosok itu enggak bisa nerima kedatangan kita. Pokoknya gue maksa temen-temen harus pergi dari sini dan lanjut jalan!," pungkasnya.
Singkat cerita, setelah perdebatan terjadi, akhirnya mereka memutuskan melanjutkan perjalanan dengan keadaan hujan yang sangat deras, tak lama kemudian semua mendengar suara bisikan samar-samar "Hati-hati ya di jalan".
Konon, apabila di sana Anda mendengar suara-suara aneh tersebut, maka Anda harus membuang salah satu barang yang Anda punya, sebagaimana orang yang sedang bertransaksi dengan cara barter.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Kisah Horor Pendaki Gunung Lawu Lihat Penampakan Hantu Bermuka Rata"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
Advertisement
Serangan Jamur Embun Tepung, Rusak Produktivitas Melon Petani Ponjong
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- PSS Sleman Masih Pantau Bursa Transfer, Buka Peluang Tambah Pemain
- Retribusi TPI Tak Capai Target, PAD Perikanan 2025 Baru 61 Persen
- Green Day Antusias Buka Super Bowl LX
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 22 Januari 2026
- Menteri Fadli Zon Resmikan Pengembangan Tahap I Candi Plaosan
- Pohon Tumbang di Sleman Dipicu Angin Kencang Saat Hujan Ekstrem
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 22 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



