Advertisement

Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Semua Agama Punya Terorisnya Sendiri

Rayful Mudassir
Rabu, 17 Maret 2021 - 19:27 WIB
Bhekti Suryani
Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Semua Agama Punya Terorisnya Sendiri Siluet Menkopolhukam Mohammad Mahfud MD memberikan kata sambutan pada acara Bincang Seru Mahfud : Inspirasi, Kreasi, Pancasila di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). Acara ini bertujuan untuk mengajak kaum muda mengimplementasikan nilai - nilai Pancasila guna merawat persatuan bangsa agar dapat membawa kejayaan Indonesia di berbagai aspek. Bisnis - Nurul Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD berharap para tokoh agama mengajak umat mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang. Upaya ini untuk menghindari kemunculan kelompok-kelompok teroris.

Saat silaturahmi dengan jajaran Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (17/3/2021), Mahfud menyampaikan ajakan itu agar masyarakat terhindarkan dari perilaku menyimpang.

Menurutnya, langkah ini merupakan pencegahan terhadap berbagai sikap dan praktek dari paham-paham atau aliran keagamaan radikal yang berpotensi menganggu kerukunan umat beragama.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Lebih lanjut, moderasi beragama dinilai berkembang dengan baik di Indonesia, sehingga secara umumnya rakyat Indonesia tumbuh dengan penuh toleran. Hal ini pula yang membuat konflik karena perbedaan agama sangat kecil.

“Jika ada teroris, itu karena menyimpang. Ini bukan hanya di Islam tetapi di semua agama itu punya terorisnya sendiri karena sangat radikal di dalam pemahamannya,” kata Mahfud, Rabu (17/3/2021).

Di sisi lain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengapresiasi jajaran Forkopimda serta para tokoh di Jawa Timur yang telah berhasil menekan angka pertumbuhan Covid-19.

Sebelumnya, Jawa Timur mendapat catatan terburuk dari masyarakat Indonesia karena penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi. Namun kini kota Surabaya selalu di bawah rata-rata kota besar lainnya.

“Ini sebagai satu keberhasilan dalam berkomitmen penanganan Covid-19,” terangnya.

Saat ini pemerintah bekerja keras dan fokus menangani dan berperang melawan Covid-19. Ada dua program besar yang dilakukan sesuai dengan Perpres No. 82/2020 yaitu perang melawan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Advertisement

“Ini harus dibangun secara bersama dan Jawa Timur merupakan salah satu contoh karena kerja sama antara pimpinan pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh pemuda dan sebagainya,” tutur Mahfud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

134 Orang Meninggal Dunia di Bantul Sepanjang Tahun Ini karena Kecelakaan Lalu Lintas

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement