Dipecat, Jhoni Allen Sebut SBY Bukan Pendiri Partai Demokrat

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat
02 Maret 2021 12:57 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pasca dipecat dari Partai Demokrat oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan kader Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah dalam membangun partai tersebut.

Jhoni Allen dipecat bersama Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

Mereka dituding berupaya melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat untuk melengserkan kepemimpinan AHY. Dia bernyanyi bahwa SBY bukan merupakan pendiri partai tersebut.

Dia mengatakan saat pembentukan awal, para kader bekerja keras untuk meloloskan partai itu pada verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga menjadi peserta Pemilu 2004.

Baca juga: Menkes Budi Minta Penanganan Covid-19 Fokus Pengurangan Laju Penularan

“Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataan di berbagai kesempatan,” kata Jhoni melalui saluran Youtube milik Marzuki Alie, Bang MA Official, Senin (1/3/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa SBY bergabung dengan partai itu setelah lolos verifikasi KPU dengan memasukan Almarhumah Ani Yudhoyono sebagai salah satu Wakil Ketua Umum.

“Dan hanya menyumbang uang Rp100 juta rupiah dalam bentuk 4 lembar travel cek di hotel Mirah Bogor,” ujarnya.

Setelah mundur dari kabinet kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, Jhoni mengungkapkan SBY baru muncul pada acara Demokrat saat kegiatan di Bogor. Jhoni mengaku saat itu dirinya bertindak sebagai ketua panita acara.

“Ini menegaskan bahwa SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat,” terangnya.

Baca juga: 39.000 Orang di Sektor Pelayanan Publik Terdaftar Menerima Vaksin

Sementara itu, pada portal resmi Demokrat Yogyakarta mencatat bahwa Partai Demokrat didirikan atas inisiatif Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah kalah pada pemilihan Calon wakil Presiden dalam Sidang MPR 2001.

Saat itu sejumlah orang mulai menyatakan dukungan untuk mengusung SBY ke kursi Presiden seperti Vence Rumangkang. Namun, jalan satu-satunya adalah mendirikan partai politik.

Adapun, konflik internal Partai Demokrat ini mencuat setelah AHY mengumumkan bahwa ada segelintir kader dan mantan kader Demokrat serta orang di luar partai yang ingin mengambil alih Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024.

Nama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun disebut-sebut sebagai orang luar partai yang ingin mengkudeta kepemimpinan yang sah di Partai Demokrat. Namun, Moeldoko membantah tudingan tersebut.

Sumber : bisnis.com