Ini yang Wajib Diperhatikan Sebelum Suntik Vaksin Covid-19

Petugas melakukan pemeriksaan awal kepada warga lanjut usia (lansia) yang akan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar Bali, Rabu (24/2/2021). - Antara
01 Maret 2021 16:07 WIB Janlika Putri Indah Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 di Indonesia diberikan pada sejumlah kelompok masyarakat. Selain fisik dan mental, ada beberapa hal yang harus disiapkan.

Berikut yang harus diperhatikan agar vaksinasi Covid-19 tetap lancar tanpa cemas seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dr Adaninggar:

1. Wajib periksa ke dokter dulu apabila punya penyakit komorbid

Penyakit komorbid merupakan penyakit yang muncul bersamaan saat seseorang sedang sakit. Maka dari itu, sebelum vaksin dianjurkan kontrol dan konsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi komorbidnya. Hal tersebut untuk mengetahui apakah tubuh dalam keadaan layak divaksin.

2.Tidak perlu periksa swab PCR/antigen/antibodi

Jika tidak ada gejala yang mengarah ke Covid atau tidak sedang berstatus kontak erat, tidak perlu perika swab PCR/antigen/antibodi Covid sebelum divaksin. Namun, bila mengalami sakit akut ,baik gejala akut Covid atau bukan, vaksinnya lebih baik ditunda sampai sakitnya sembuh.

3. Tidak Ada Pantangan Makanan

Tidak ada larangan mengkonsumsi makanan tertentu sebelum divaksin. Namun, beberapa pendapat ahli yang menyarankan untuk menghindari minum kopi sebelum divaksin supaya tekanan darah tidak naik saat akan divaksin. Yang paling penting ialah tidur malam yang cukup untuk mempersiapkan mental saat akan divaksin.

4. Penyintas Covid-19 Membutuhkan Vaksinasi

Bila penyintas yang tidak diketahui sebelumnya dan tidak sengaja divaksin, tidak masalah malah akan bisa membooster produksi antibodi. Beberapa laporan penelitian vaksin Covid, tidak sengaja melibatkan relawan penyintas dan tidak ditemukan efek samping yang berbahaya. Bukti terjadinya efek seperti ADE (Antibody dependent enhancement) juga belum pernah ditemukan pada vaksin Covid yang diteliti.

5. Diperbolehkan Langsung Beraktivitas

Bila tidak ada gejala efek samping yang mengganggu, diperbolehkan untuk langsung beraktivitas seperti biasa. Ibu-ibu yang menyusui anaknya juga boleh langsung menyusui, tidak perlu ada jeda antara vaksin dan kegiatan menyusui.

6. Konsisten Protokol Kesehatan

Tetap pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, batasi mobilitas dimanapun dan kapanpun meskipun sudah divaksin. Kemudian, jaga kesehatan imun dengan pola hidup sehat yaitu makan makanan bergizi.

Bila paparan dan jumlah virus di lingkungan masih banyak, tetap bisa terinfeksi lagi dan tetap bisa menulari orang lain.

7. Hanya Penyitas Covid-19 Yang Boleh Donor Plasma Konvalesen

Persyaratan utama donor plasma konvalesen adalah harus penyintas Covid-19, antibodi pada penyintas apalagi yang gejala sedang-berat diharapkan kadar dan potensi antibodinya lebih tinggi. Ada kadar minimal antibodi yang menjadi syarat donor.

8.Bagaimana bila terinfeksi Covid setelah divaksin?

Bila terjadi setelah suntikan pertama vaksin, fokus penyembuhan dulu dan tunda suntikan vaksin kedua.

Antibodi baru terbentuk optimal kira-kira 2-4 minggu setelah suntikan vaksin kedua. Setelah terbentuk antibodi yang optimal pun, bila masih sedikit populasi yang divaksin (belum terbentuk herd immunity), risiko tertular dan menulari masih sama dan bisa terjadi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia