Advertisement
Banjir Jakarta Masuk Perkampungan Elit, Ini Komentar Pakar untuk Anies
Seorang bocah berjalan melintasi banjir di kawasan Kedoya Utara, Jakarta, Minggu (21/2/2021). BMKG mengatakan penyebab banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta disebabkan curah hujan yang tinggi yaitu mencapai 226 milimeter (mm) per hari, dan diperkirakan akan terus melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga akhir Februari 2021 atau awal Maret 2021. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga berpendapat, banjir yang melanda Jakarta akhir pekan kemarin menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak dapat menyelesaikan tugasnya untuk membenahi bantaran sungai yang membentang di Ibu Kota.
Nirwono mengatakan, bangunan yang terletak di pinggir badan sungai atau lahan resapan membuat kapasitas penampungan air menjadi tiris. Misalkan, kawasan elite di Kemang, Jakarta Selatan, yang turut dilanda banjir saat itu.
Advertisement
BACA JUGA : Pengungsi Banjir Jakarta 1.722 Orang, Beberapa Positif
“Tidak hanya Kemang Village atau Lippo saja, tetapi seluruh bangunan yang menempel dan mempersempit badan Kali Krukut, serta bangunan yang dibgn di daerah cekungan Kemang,” kata Nirwono melalui pesan tertulis pada Selasa (23/2/2021).
Dengan demikian, Nirwono meminta Anies untuk menghentikan atau mengevaluasi kembali perizinan bangunan baru di kawasan tersebut.
“Memperlebar Kali Krukut yang sudah direncanakan sejak pak Foke [Mantan Gubernur DKI Fauzi Wibowo] dan akan dilaksanakan oleh Pak Ahok [Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama],” tuturnya.
BACA JUGA : Banjir Jakarta Renggut Lima Nyawa
Berdasarkan catatan Pansus Banjir DPRD DKI, kapasitas sungai saat ini hanya mencapai 950 meter kubik per detik. Adapun, kapasitas yang direncanakan sebesar 2.357 meter kubik per detik. Padahal, intensitas banjir setiap tahun berada di kisaran 2.100 hingga 2.650 meter kubik per detik.
Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan pembenahan di Kali Ciliwung sepanjang 16 kilometer dari target awal 33 kilometer.
“Sementara untuk Sungai Pesanggrahan, Angke, Sunter baru tahap pembebasan lahan sebesar 20 hingga 30 persen,” kata dia.
Nirwono juga mendesak, Anies untuk membangun waduk baru di Cekungan Kemang. Langkah itu, menurut dia, sudah direncanakan oleh Ahok ketika menjabat sebagai gubernur.
Adapun, kapasitas waduk yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru mencapai 379 hektare saat ini. Belakangan, angka itu terpaut jauh dari target yang dipatok seluas 2.888.409 hektare.
BACA JUGA : Perjalanan KA Terganggu karena Banjir Jakarta, KAI Daop 6
Bisnis mencoba menghubungi pihak PT Lippo Karawaci Tbk selaku pengembang kawasan bangunan superblok Kemang Village. Hanya saja, hingga berita ini dinaikkan pihak pengembang enggan memberi tanggapan.
Sejumlah pesan tertulis yang dilayangkan kepada President Corporate Communication PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati tidak memperoleh jawaban. Begitu pula, panggilan telepon urung diangkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Ribuan Pekerja Dapur MBG Diangkat Jadi ASN
- Laga PSIM Jogja vs Persebaya Digelar Tanpa Suporter Tamu
- Pilihan Minuman Pagi untuk Menjaga Gula Darah Tetap Stabil
- Relokasi ke Pasar Terban, Pedagang Jalan Sudirman Minta Dialog Ulang
- Kementerian Hukum Hadirkan Posbakum Masuk Kelurahan
- Nelayan Gunungkidul Minta SPBU Khusus demi Pangkas Biaya Melaut
- Kejaksaan Ajukan Tambahan Anggaran untuk 2026, Ini Besarannya
Advertisement
Advertisement




