BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp373 Juta!
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan sistem peringatan dini banjir dan erosi atau early warning system (EWS) guna memperkuat mitigasi bencana di Indonesia mulai 2026. Teknologi ini ditargetkan mampu memberi deteksi lebih awal agar risiko korban akibat banjir dan erosi dapat ditekan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menjelaskan riset pengembangan sistem peringatan dini banjir dan erosi saat ini sedang dipersiapkan sebagai bagian dari inovasi kebencanaan nasional yang berorientasi pada perlindungan masyarakat di wilayah rawan bencana.
"Sekarang (yang) sedang kita siapkan adalah riset tentang bagaimana early warning system untuk banjir dan erosi," kata Arif Satria di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, keberadaan teknologi sistem peringatan dini banjir sangat penting dalam upaya mitigasi bencana karena selama ini kejadian banjir dan erosi kerap terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan yang memadai kepada masyarakat.
"Jadi selama ini banjir dan erosi kita tidak tahu tiba-tiba datang, dan ke depan kita bisa ada early warning system ya," ujarnya.
Arif menuturkan penelitian terkait teknologi tersebut mulai dijalankan pada 2026 dengan target pengembangan dapat diselesaikan pada akhir tahun yang sama sehingga sistem peringatan dini banjir dan erosi bisa segera dimanfaatkan.
"Moga-moga di akhir 2026 kita sudah bisa memiliki teknologi early warning system untuk banjir dan erosi," ucap Arif Satria.
Peranti sistem peringatan dini banjir dan erosi ini menjadi salah satu proyek riset BRIN yang rencananya akan diserahkan kepada masyarakat di wilayah Sumatera sebagai daerah prioritas penerapan teknologi kebencanaan.
Sebelumnya, BRIN juga telah menyalurkan sejumlah unit mesin Arsinum (Air Siap Minum) untuk membantu masyarakat di Sumatera mendapatkan akses air layak konsumsi, terutama di daerah yang terdampak bencana.
Selain itu, BRIN turut mengerahkan pesawat nirawak atau drone dengan teknologi Ground Penetration Radar (GPR) guna mendukung proses rekonstruksi dan evakuasi di wilayah terdampak bencana. Teknologi tersebut mampu mendeteksi objek hingga kedalaman sekitar 100 meter di bawah permukaan tanah, sehingga dapat membantu pencarian korban maupun pemetaan kondisi tanah di kawasan rawan longsor. Pengembangan sistem peringatan dini banjir dan erosi ini diharapkan melengkapi berbagai inovasi kebencanaan BRIN yang telah diterapkan sebelumnya, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BAIC T1 resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp373 juta. Simak spesifikasi, promo diskon hingga Rp91 juta, dan target penjualan EV terbaru BAIC di In
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.