Advertisement
Polda Tegaskan Warga Tak Perlu Panik dengan Gerakan Jateng di Rumah Saja
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Kepolisian Daerah Jawa Tengah meminta warga tidak perlu panik dalam mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja yang digagas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Sabtu-Minggu (6-7/2/2021). Polda Jateng tidak menerapkan sanksi khusus saat gerakan Jateng di Rumah Saja dilaksanakan.
Polda Jateng bakal mendukung program tersebut dengan menerapkan operasi yustisi secara masif. Dengan kata lain, masyarakat yang masih berkeliaran atau menjalani aktivitas di luar rumah masih diperbolehkan dan tidak akan mendapat sanksi.
Advertisement
Sanksi hanya akan diberikan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan berkerumun tanpa menjaga jarak.
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, mengatakan operasi yustisi yang dilakukan pada dasarnya sama dengan yang selama ini diterapkan. Penindakan hanya diterapkan pada pelanggar protokol kesehatan.
Baca juga: Demokrat: Upaya Moeldoko Kudeta AHY Terstruktur & Sistematis
"Jadi tetap yustisi, tidak ada penindakan khusus," ujar Kapolda Jateng, Rabu (3/2/2021).
Luthfi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan atau over-reaction dalam mempersiapkan diri berpartisipasi dalam Gerakan Jateng di Rumah Saja. Sebab, kata Luthfi, gerakan tersebut hanya berlangsung dua hari.
“Masyarakat mungkin tidak usah terlalu panik, karena cukup dua hari. Tidak usah memborong makanan berlebihan,” ujarnya.
Polda Dukung Pemprov
Luthfi mengatakan, prinsipnya jajaran Polda Jateng mendukung apapun upaya Pemprov Jateng dalam menurunkan angka kasus Covid-19.
Baca juga: Demokrat: Upaya Moeldoko Kudeta AHY Terstruktur & Sistematis
“Pada dasarnya Polda mendukung gerakan ini, karena di tempat kita sangat tinggi sekali, tidak pernah bisa turun kan kita juga waswas,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengajak seluruh masyarakat Jateng untuk tetap di rumah selama dua hari. Melalui gerakan Jateng di Rumah Saja, Ganjar berharap kerumunan dapat dikurangi dan angka positif Covid-19 bisa ditekan.
Gerakan Jateng di Rumah Saja itu akan digelar pada 6-7 Februari mendatang. Melalui Surat Edaran nomor 443.5/0001933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah itu, Ganjar meminta seluruh masyarakat tetap di rumah dan tidak bepergian.
Kecuali, mereka yang bergerak di sektor esensial dikecualikan dalam kebijakan itu. Di antaranya sektor kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.
Sejumlah daerah diminta melakukan penutupan sejumlah tempat publik. Penutupan itu dilaksanakan dengan kearifan lokal dan mengedepankan kondisi masing-masing.
Di antaranya jalan, toko, mal, pasar, destinasi wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan seperti pendidikan, event dan lain-lain.
Selain itu, pada hari yang sama akan digelar operasi Yustisi secara serentak di seluruh Kabupaten/Kota di Jateng oleh Satpol PP, TNI/Polri dan instansi terkait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hujan Deras dan Angin Kencang Ganggu 15 Penerbangan di Juanda
- Iran Sebut AS Minta Bantuan Negara Regional Amankan Selat Hormuz
- WHO: 14 Tenaga Medis Tewas dalam Serangan Fasilitas Kesehatan Lebanon
- Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
Advertisement
Dua Perempuan Bobol Rumah Kosong di Kulonprogo, Motor Dibawa Kabur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lampu Jalan Jalur Mudik Bantul Dipantau Setiap Malam
- Penumpang DAMRI Jogja Naik 20 Persen Jelang saat Mudik Lebaran
- Umat Hindu Magelang Gelar Melasti di Tuk Mas Jelang Nyepi
- KemenHAM Minta Polisi Percepat Kasus Air Keras Aktivis KontraS
- Arus Mudik DIY Mulai Naik, Motor Dominasi Lalu Lintas
- Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran
- Kodim Gunungkidul Kembangkan Budidaya Melon Loreng
Advertisement
Advertisement








