Usut Korupsi Eks Mensos Juliari, KPK Telisik Distributor Bansos di Jabodetabek

Penyidik KPK menunjukan barang bukti uang tunai saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) tindak pidana korupsi pada program bantuan sosial di Kementerian Sosial untuk penanganan Covid-19 senilai Ro14,5 miliar di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020) dini hari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - rwa
24 Januari 2021 14:17 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keikutsertaan PT Pesona Berkah Gemilang (PBG) sebagai salah satu distributor bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menerangkan, saksi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Abdurahman didalami pengetahuannya terkait keikutsertaan PT PBG sebagai salah satu distributor bansos wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos RI," terang Ali lewat keterangannya, Sabtu (23/1/2021).

BACA JUGA : Menteri Sosial Juliari Batubara Jadi Tersangka Suap Bansos

Tak hanya mendalami keikutsertaan PT PBG sebagai rekanan Kemensos, KPK juga menelisik soal dugaan pemberian sejumlah uang dari tersangka Ardian Iskandar Maddanatja kepada tersangka Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos atas terpilihnya PT PBG sebagai salah satu distributor tersebut.

KPK juga menelisik keikutsertaan PT Multi Sari Sedap (MSS) sebagai salah satu supplier pada pengadaan bansos wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemensos.

"Pepen Nazaruddin didalami kembali pengetahuan saksi terkait peran dan tindakan serta arahan aktif dari tersangka JPB [Juliari Peter Batubara] selaku Mensos untuk mengatur pihak-pihak yang dipilih selaku rekanan distributor," sebut Ali.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia