Advertisement
Penambahan Kasus Covid-19 Tinggi, RSD Wisma Atlet Buat ICU Darurat
Foto ilustrasi: Petugas tenaga kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Minggu (15/11/2020). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Meningkatnya penambahan kasus Covid-19 membuat Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma AtletĀ menyediakan ruangan ICU transisi bagi pasien dengan kondisi berat.
Sesuai namanya, ICU transisi ini hanya diperuntukan sebagai ruang perawatan sementara bagi pasien dengan kondisi berat sebelum mendapatkan ruangan ICU di rumah sakit rujukan Covid-19.
Advertisement
Koordinator RS Darurat Covid-19 Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono mengatakan, rumah sakit Wisma Atlet sebenarnya disiapkan untuk pelayanan pasien dengan gejala ringan dan sedang.
Baca juga: Cek Fakta: Kasdim TNI Gresik Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Benarkah?
"Kemudian kita juga siapkan ICU tapi dalam konteks ICU transisi. Jadi kalau ada pasien yang masuk ke berat kita akan rujuk, belum sempat dapat rujukan maka kita lakukan rawat di ICU transisi," kata Mayjen Tugas dalam konferensi pers virtual Satgas Penanganan Covid-19, Senin (18/1/2021).
Ia menyampaikan, dalam ruangan ICU transisi akan disediakan 12 tempat tidur yang saat ini telah diisi oleh enam pasien.
Meski dibuat dalam kontes transisi, Tugas menegaskan, standar yang ditetapkan menyerupai dengan ICU di rumah sakit pada umumnya.
"Ini yang menjadi suatu problem di sana adalah saat ini tidak segera dapat rumah sakit rujukan. Artinya kita sudah tekankan ke teman-teman di sana harus lakukan suatu standar di sana ICU, walaupun ICU tansisi. Ini memang situasi yang tidak bisa kita hindari saat ini, Covid begitu banyak pasien. Kemudian juga pertambahan antara yang sedang dan berat sampai harus mendapatkan ICU," tutur Tugas.
Baca juga: Penetapan Bupati Terpilih, KPU Gunungkidul Masih Tunggu Surat dari MK
Menurutnya, dibuatnya ICU transisi di RS Wisma Atlet merupakan bentuk konsekuensi dari penambahan jumlah kasus Covid-19 yang cukup tinggi.
Karenanya, ia memastikan penambahkan fasilitas rumah sakit tetap dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi penularan Covid-19 yang terjadi.
"Paling tidak ini bermanfaat dalam menangani atau mengurangi kesakitan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Masjid Saka Tunggal, Jejak Arsitektur Unik Warisan Sri Sultan HB IX
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Penggeledahan Pabrik Emas Surabaya, Aliran Dana PETI Kalbar
- Prof. Budi Guntoro Tegaskan Kewajiban Halal Tidak Hilang Pasca ART
- Iran Bantah Klaim Trump soal 32.000 Korban Protes
- Psikolog TCK Ungkap Perbedaan Daya Tahan Psikologis Warga Desa-Kota
- Bahlil Tegaskan Hilirisasi Mineral Kritis Tetap Wajib Meski Ada ART AS
- Diduga Hina Agama di Medsos, Warga Bengkayang Ditangkap Polda Aceh
- Dirut Agrinas Beberkan Alasan Impor 105.000 Pikap Rp24,66 T dari India
Advertisement
Advertisement







