Penjelasan BPOM Terkait Berapa Lama Izin Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac Berlaku

Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n
12 Januari 2021 06:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito menjelaskan berapa lama izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac berlaku.

Ia menuturkan, berlakunya EUA bisa berakhir dan berubah menjadi izin edar reguler seiring bertambahnya data interim uji klinik fase 3.

"Bisa jadi data bisa bertambah dan bisa berubah menjadi izin edar reguler ya. Full market authorization. Jadi peredaran yang full kalau data-data lebih lengkap lagi, misalnya dengan pemantauan 6 bulan," kata Penny dalam konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021 dikutip dari Tempo.

BACA JUGA : Penerima Vaksin Kota Jogja Masih Divalidasi

Selain itu, EUA juga bisa tidak diberlakukan jika kondisi pandemi dicabut. Sehingga, penggunaan vaksin harus mendapatkan izin edar. "Karena sudah tidak pandemi krisis lagi jadi gunakan reguler marketing authorization dengan data yang lebih dilengkapi," kata dia.

BPOM hari ini mengeluarkan EUA untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac. "Hari ini Senin, 11 Januari 2021, BPOM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency untuk vaksin Covid-19 pertama kali pada vaksin corona produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma," kata Penny.

BACA JUGA : Begini Alur Penyimpanan dan Pengiriman Vaksin Covid-19

Efikasi vaksin Covid-19 Sinovac yang diuji klinik di Bandung menunjukkan sebesar 65,3 persen. Hasil tersebut sesuai dengan persyaratan WHO bahwa minimal efikasi vaksin adalah 50 persen. Efikasi 65,3 persen tersebut, kata Penny, menunjukkan harapan bahwa vaksin mampu menurunkan kejadian penyakit Covid-19 sebesar 65,3 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia