Advertisement
Jokowi Angkat Bicara soal Masalah Impor Kedelai
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat meninjau kawasan food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, awal Juli 2020. - Instagram/Prabowo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, pada Senin (11/1/2021) menyoroti masalah kedelai dalam negeri yang tidak bersaing dengan produk impor hingga menekan produsen tahu dan tempe.
Presiden menyatakan arus distribusi produk pangan terhambat akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini akan memengaruhi komoditas yang masih banyak mengandalkan impor, seperti kedelai.
Advertisement
“Beberapa minggu terakhir ini, perusahaan yang berkaitan dengan tahu, tempe, kedelai menjadi bermasalah karena masalah [distribusi],” katanya.
Untuk itu, diperlukan pengelolaan pangan yang serius untuk mengatasi komoditas impor. Jokowi secara khusus menyebut sejumlah komoditas seperti kedelai, jagung, gula, dan bawang putih.
Baca juga: Begini Analisa LAPAN pada Lokasi Sriwijaya Air SJ-182 Hilang Kontak
“Problem dari dulu sampai sekarang, kedelai yang bisa tumbuh dengan baik di Indonesia. Kenapa petani kita tidak mau tanam, karena harganya kalah dengan yang kedelai impor. Kalau disuruh jual sama dengan harga impor, harga pokok produksinya tidak menutup,” ungkapnya.
Dia meminta para menteri yang terlibat soal pangan dapat mendorong produksi kedelai yang jauh lebih besar di lahan yang besar pula. Menurutnya, ketersediaan lahan bukan lagi masalah.
Tidak hanya dengan cara konvensional, peningkatan produksi harus dibarengi dengan pengembangan teknologi pertanian yang memadai. Salah satu yang jadi andalan solusi dari Jokowi adalah pembangunan food estate.
“Itulah cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju. Skala luas, economic scale, teknologi dipakai betul, sehingga harga pokok produksi bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dari negara lain.”
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu fokus kerja Kementerian adalah pembangunan food estate dan korporasi pertanian yang sementara ini telah berjalan di enam provinsi.
Baca juga: Partisipasi Aktif Masyarakat Dibutuhkan untuk Penanggulangan Corona
Selain itu, Kementan juga akan melanjutkan program lumbung pangan yang akan dibangun di desa, kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat nasional.
Rakernas ini merupakan pertemuan yang akan membahas program kerja Kementerian pertanian Tahun 2021 yang bertemakan memperkuat peran sektor pertanian dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.
“Program utama dalam mewujudkan ketahanan pangan, pertama meningkatkan produktivitas insya Allah akan lebih baik pada 2021,” kata Mentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa Darat M3,1 Guncang Pasaman, Getaran Terasa hingga Bukittinggi
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
Advertisement
Kemiskinan Bantul Masih 11,54 Persen, Kalurahan Fokus NonFisik
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Indomaret Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
- Pembangkit Listrik dari Surya di China Tahun Ini Lampaui Batu Bara
- Pedro Acosta Nilai Sasis Baru KTM RC16 Menjanjikan
- Tiga Jembatan di Sleman Dibongkar 2026, DPUPKP Diganti Bangunan Baru
- India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
- Bus Rombongan Ibadah Terbalik di Brasil, 15 Tewas Termasuk Tiga Anak
- Fina Mahardhika Luncurkan Buku Reflektif, Siap Diolah Jadi Pertunjukan
Advertisement
Advertisement



