Dony Oskaria Tegaskan Manajer Kopdes Bukan Pegawai BUMN, Ditugaskan 2 Tahun
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Pelajar mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru secara online di rumahnya Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). /Antara-Anis Efizudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI melakukan survei singkat persepsi peserta didik tentang rencana pemerintah membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Hasilnya disimpulkan puluhan ribu siswa jenuh dengan belajar online atau pembelajaran jarak jauh yang telah dilakukan selama pandemi Covid-19.
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti mengatakan, pihaknya melakukan survei kepada sebanyak 62.448 responden untuk mengetahui persepsi anak tentang rencana pembelajaran tatap muka.
Dari sebanyak 62.448 responden, kata Retno, mayoritas setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021 yaitu sebanyak 48.817 siswa atau 78.17 persen dari total responden.
Kemudian, yang tidak setuju hanya sebanyak 6.241 siswa atau sekitar 10 persen dari total responden dan yang menjawab ragu-ragu mencapai sebanyak 10.078 siswa atau sekitar 16,13 persen dari total responden.
Retno menjelaskan, kuesioner survei tersebut dibagikan dalam bentuk google form melalui aplikasi WhatsApp dan Facebook dengan dibantu oleh penggiat pendidikan dan para guru dalam jaringan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).
“Para responden yang setuju pembelajaran tatap muka dibuka pada Januari 2021, umumnya memberikan alasan sudah jenuh pembelajaran jarak jauh dan butuh variasi dengan pembelajaran tatap muka, terutama untuk praktikum dan membahas materi-materi yang sangat sulit yang tidak bisa diberikan melalui pembelajaran jarak jauh,” kata Retno Listyarti, Senin (28/12/2020).
Dia menambahkan, hampir 56 persen responden yang setuju dengan pembelajaran tatap muka mengaku jenuh dengan pembelajaran jarak jauh. “Terutama siswa kelas 6 SD dan siswa kelas 9 SMP dan siswa kelas 12 SMA/SMK,” ujarnya.
Sementara, lanjut Retno, responden yang tidak setuju pembelajaran tatap muka dibuka pada Januari 2021 umumnya khawatir tertular Covid-19 karena kasusnya masih tinggi di daerahnya. Yang menyatakan alasan tersebut mencapai 45 persen responden yang menolak sekolah dibuka.
“Ada juga yang menyatakan meragukan kesiapan sekolahnya dalam menyediakan infrastruktur dan protokol kesehatan/SOP adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sekolah di satuan pendidikan. Yang menyatakan alasan ini mencapai 40 persen responden,” tuturnya.
Dia menambahkan, survei yang dilakukan kepada sebanyak 62.488 responden itu melibatkan berbagai jenjang pendidikan dan diominasi siswa pendidikan dasar.
Rinciannya, siswa SD mencapai sebanyak 28.164 anak, siswa SMP sebanyak 28.132 anak, siswa SMA sebanyak 3.707 orang dan siswa SMK sebanyak 4.184 orang. Sedangkan siswa SLB yang mengikuti survei sebanyak 49 anak dan 900 anak berasal dari Madrasah .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Dosen Unisa Yogyakarta mengusulkan skema berkeadilan bagi PTS jika kuliah gratis di PTN diterapkan pemerintah.
Mengutip laporan Newsweek pada Selasa (22/9/2026), data Social Blade menunjukkan jumlah pengikut Instagram Ed Sheeran turun lebih dari 248 ribu setelah kabar me
Cek jadwal bola malam ini, Rabu 23 September hingga Kamis 24 September 2026 dini hari WIB, dari Asian Games, UWCL, Gulf Cup hingga laga internasional.
Lima negara ASEAN sudah meraih emas Asian Games 2026 hingga 23 September siang. Thailand memimpin, sedangkan Indonesia mengoleksi sembilan medali tanpa emas.
Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar meraih Best Picture kategori Horror Features di Fantastic Fest 2026. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop AS pada 2 Ok