Wuling Air ev Dimodifikasi dengan Sentuhan Ilustrasi Khas Indonesia
Wuling Motors, Otoproject, dan SOVLO berkolaborasi memodifikasi Air ev dengan aksesori kendaraan dan ilustrasi khas Indonesia di IMX 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). /ANTARA FOTO-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) soal pembelian barang-barang mewah saat kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) yang diduga uangnya bersumber dari suap izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Didalami pengetahuan yang bersangkutan terkait pembelian barang-barang diantaranya tas dan jam tangan mewah berbagai merek selama kegiatan tersebut yang sumber uang untuk pembelanjaan barang-barang tersebut diduga berasal dari para eksportir benih lobster yang telah mendapatkan izin ekspor," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA : Ekspor Benih Lobster Masih Bisa Dilanjutkan
KPK, Rabu memeriksa Edhy dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM) dan kawan-kawan.
"Selain itu, penyidik juga mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait dengan aktivitas perjalanan dinas dan kegiatannya selama berada di AS," ujar Ali.
KPK total menetapkan enam tersangka kasus tersebut, yaitu Edhy Prabowo (EP), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Andreau Pribadi Misata (APM), Amiril Mukminin (AM) dari unsur swasta/Sekretaris Pribadi Edhy.
Selanjutnya, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).
KPK dalam perkara ini menetapkan Edhy sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan "forwarder" dan ditampung dalam satu rekening hingga mencapai Rp9,8 miliar.
Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp9,8 miliar.
BACA JUGA : Tujuh Investor Lirik Benih Lobster Gunungkidul
Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya, Safri serta Andreau.
Antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy dan istrinya di Honolulu, AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta diantaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy. Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wuling Motors, Otoproject, dan SOVLO berkolaborasi memodifikasi Air ev dengan aksesori kendaraan dan ilustrasi khas Indonesia di IMX 2026.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat rudal balistik Houthi menuju Khamis Mushait di tengah rangkaian serangan ke bandara.
TelkomGroup melalui InfraNexia menyiapkan kapasitas backbone hingga 600 Gbps untuk mendukung konektivitas MotoGP Mandalika 2026.
Gangguan kecemasan mendominasi konsultasi kesehatan mental di Halodoc pada semester I 2026, dengan kenaikan 47,2% dibandingkan tahun lalu.
Kemenkes mencatat 2.365 warga masih dipasung akibat gangguan jiwa. Sementara itu, 9 dari 10 orang dengan depresi belum terjangkau layanan kesehatan.
Kemenhaj mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan. Calon jemaah umrah diminta mengecek jadwal dan berkoordinasi dengan PPIU.