Ledakan di Ruko San Antonio Surabaya, 5 Orang Terluka

Newswire
Newswire Selasa, 06 Oktober 2026 10:47 WIB
Ledakan di Ruko San Antonio Surabaya, 5 Orang Terluka

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, SURABAYA—Ledakan terjadi di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa pagi (6/10/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Tito, mengatakan seluruh korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

"Untuk korban sudah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan awal," katanya.

Berdasarkan informasi sementara, empat korban semula dibawa ke RS Haji Surabaya. Sementara satu korban lainnya dievakuasi ke RS Mitra Keluarga Kenjeran.

Petugas Command Center Kota Surabaya kemudian menginformasikan bahwa seluruh korban dipindahkan ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ledakan menyimpan potensi bahaya besar yang dapat mengancam keselamatan jiwa, merusak infrastruktur, hingga mengganggu kestabilan lingkungan secara masif. Tekanan gelombang kejut (shockwave) berkecepatan tinggi yang dihasilkan dari sebuah ledakan mampu merubuhkan struktur bangunan, merusak pendengaran, serta memicu cedera organ dalam yang fatal bagi manusia di sekitarnya.

Sedikitnya 20 Bangunan Rusak

Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.11 WIB di kawasan San Antonio, Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo. Selain menimbulkan korban luka, peristiwa tersebut berdampak pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi.

Informasi sementara dari petugas menyebutkan sedikitnya 20 bangunan terdampak. Tingkat kerusakan bangunan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut.

Untuk mengamankan area kejadian, BPBD bersama aparat terkait memasang garis polisi di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga jarak aman warga sekaligus mendukung proses penyelidikan.

"Untuk saat ini, petugas melaksanakan pemasangan 'police line' untuk menjaga jarak aman," kata Tito.

Petugas juga masih melakukan penyisiran dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui sumber sekaligus penyebab ledakan.

Penyebab Ledakan Masih Diselidiki

Sejumlah informasi awal menyebutkan ledakan diduga berasal dari salah satu unit usaha di kawasan tersebut. Namun, hingga kini pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai sumber maupun penyebab ledakan.

Petugas masih melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Pendataan tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan dampak ledakan dan pemeriksaan lokasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online