BGN Uji Coba MBG Prasmanan, Makanan Dibawa Hangat ke Kelas

Newswire
Newswire Selasa, 06 Oktober 2026 12:17 WIB
BGN Uji Coba MBG Prasmanan, Makanan Dibawa Hangat ke Kelas

Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA/Anita Permata Dewi\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji model penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di sekolah. Skema ini dirancang agar makanan yang diterima siswa tetap lebih hangat dan segar sekaligus mengurangi jeda waktu dari proses memasak hingga makanan dikonsumsi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan uji coba tersebut dilakukan di sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melihat efektivitas sistem dalam menjaga kualitas makanan.

"Di tanggal 5 Oktober kita sudah piloting (percobaan) di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi, makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas," ujar Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

MBG Prasmanan Tiru Sistem di Jepang

Sudaryono menjelaskan model tersebut menggunakan konsep central kitchen atau dapur terpusat. Sistem itu sedang dikaji dan diuji coba dengan meniru pola penyediaan makanan sekolah di Jepang.

Menurutnya, salah satu keunggulan sistem tersebut adalah waktu tunggu antara makanan selesai dimasak dan disantap dapat ditekan.

“Kita harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih segar karena tidak ada delay (penundaan) waktu, sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan," paparnya.

Selain menjaga kualitas makanan, model prasmanan juga dinilai dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang. Penerima manfaat bisa mengambil makanan sesuai kebutuhan, sedangkan makanan yang masih tersedia dapat dikonsumsi oleh penerima manfaat lainnya.

"Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh (segar), kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa, bisa nambah, dan waste (sisa)-nya lebih sedikit karena prasmanan," kata Sudaryono.

Sekolah Ikut Dilibatkan

BGN memandang penerapan sistem prasmanan bukan sekadar perubahan teknis dalam pendistribusian makanan. Model tersebut juga diarahkan untuk memperkuat fungsi edukasi dalam pelaksanaan MBG.

Dalam skema ini, sekolah turut dilibatkan untuk memastikan proses penyajian makanan berlangsung dengan baik dan sesuai standar yang ditetapkan.

Sudaryono mengatakan penerapan prasmanan membutuhkan kesiapan dari pihak dapur maupun sekolah. Siswa juga dapat dilibatkan dalam proses pelayanan secara terjadwal dengan tetap memperhatikan penggunaan perlengkapan yang sesuai dan tata kelola kebersihan.

"Kalau prasmanan ini sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain, namun memang perlu ada training (pelatihan) yang cukup," tuturnya.

BGN Evaluasi Uji Coba

BGN masih memantau pelaksanaan uji coba model prasmanan di berbagai wilayah. Evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan pengembangan sistem secara lebih luas.

Pengembangan model akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kesiapan dapur dan sekolah, sumber daya manusia, hingga karakteristik penerima manfaat di masing-masing daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online