MK Bacakan Putusan Syarat Pendidikan Gibran Malam Ini
MK dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran pada Selasa malam
Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Arab Saudi mengecam serangkaian serangan kelompok Houthi yang disebut menargetkan fasilitas sipil, ekonomi, dan sejumlah situs suci di wilayah kerajaan. Riyadh menilai kelompok asal Yaman tersebut memilih eskalasi militer meski Arab Saudi mengklaim telah berupaya mendukung penyelesaian politik di Yaman.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya pada Senin (5/10) menyebut Houthi terus menargetkan warga serta fasilitas sipil dan ekonomi. Saudi juga mengecam apa yang disebutnya sebagai "serangan terbuka dan berulang" terhadap kota suci Mekah dan Madinah.
Selain dua kota suci tersebut, Saudi menyebut serangan juga menyasar Ibu Kota Riyadh serta Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, dan Yanbu. Serangan terhadap kapal-kapal Saudi di bagian selatan Laut Merah dan Selat Bab El-Mandeb juga turut dikecam.
Menurut Kementerian Luar Negeri Saudi, Houthi menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone untuk menargetkan Mekah dan Madinah. Namun, tudingan tersebut telah dibantah oleh kelompok Houthi.
Saudi juga menyatakan serangan di sejumlah wilayah kerajaan, termasuk terhadap fasilitas produksi energi, telah menyebabkan warga sipil terluka dan menimbulkan kerusakan materi.
Saudi Tegaskan Hak Mempertahankan Wilayah
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan negaranya memiliki "hak yang melekat" untuk mempertahankan wilayah, sumber daya, dan kedaulatan. Hak tersebut mencakup tindakan yang diperlukan untuk melindungi warga negara dan penduduk.
Menurut pernyataan tersebut, hak untuk mempertahankan diri itu sesuai dengan hukum internasional.
Saudi juga menyinggung keterlibatannya dalam upaya penyelesaian konflik Yaman. Sejak Houthi mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada 2014, Saudi menyatakan telah melakukan upaya berkelanjutan untuk mendukung solusi politik yang komprehensif dan langgeng.
Namun, Saudi menuduh Houthi menolak perdamaian dan memilih "eskalasi militer yang berkelanjutan". Menurut Riyadh, kondisi tersebut menyeret Yaman dan rakyatnya ke dalam penderitaan kemanusiaan dan ekonomi yang lebih parah "demi melayani dan melaksanakan agenda pihak asing".
Kementerian Luar Negeri Saudi kemudian memperbarui "dukungan politik dan militer penuh" bagi Dewan Kepemimpinan Presiden, pemerintah, dan rakyat Yaman. Dukungan itu disebut ditujukan untuk mengakhiri penguasaan Houthi dan memulihkan institusi negara.
Saudi juga mendesak masyarakat internasional memenuhi tanggung jawab mereka dengan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi. Riyadh meminta ancaman yang ditimbulkan kelompok tersebut terhadap Yaman, kawasan, dan dunia dihentikan.
Operasi Fajar Yaman Dimulai
Pernyataan Saudi tersebut disampaikan setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad Al-Alimi pada Senin (5/10) mengumumkan dimulainya operasi bersama "Fajar Yaman" atau Dawn on Yemen.
Operasi tersebut bertujuan memulihkan institusi negara, merebut kembali Ibu Kota Sanaa, dan mengakhiri penguasaan kelompok Houthi.
Militer Yaman kemudian mengumumkan keberhasilan menguasai Bab El-Mandeb serta kota strategis Mokha. Pasukan Yaman disebut terus merangsek di sepanjang pesisir barat.
Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi mengenai pengumuman tersebut.
Houthi Umumkan Blokade Maritim
Di tengah perkembangan tersebut, Houthi pada 20 Juli 2026 mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan langkah itu merupakan tanggapan atas apa yang mereka klaim sebagai blokade laut dan udara oleh Saudi terhadap sejumlah wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.
Arab Saudi sendiri telah memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi Houthi sejak 2015.
Kelompok Houthi dituduh mendapat dukungan dari Iran dan telah menguasai Sanaa serta sejumlah provinsi di Yaman sejak 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MK dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran pada Selasa malam
Harga iPhone 15 dan 16 turun Rp1,5 juta per Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18 di Indonesia.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.